Gresik, metrotvjatim.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam melestarikan kawasan mangrove mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Penghargaan tersebut diberikan dalam Festival Mangrove Jawa Timur di Tuban beberapa waktu lalu. Apresiasi ini menjadi motivasi bagi Pemkab Gresik untuk terus memperluas penghijauan kawasan pesisir dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Sri Subaidah menegaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari upaya pelestarian mangrove. Pemkab Gresik justru terus mendorong gerakan penghijauan pesisir melalui kolaborasi dengan berbagai elemen.
Menurut Sri, kolaborasi penting dilakukan karena Gresik memiliki kawasan mangrove sekitar 3.921 hektare yang tersebar di 10 kecamatan. Kawasan mangrove terluas berada di Kecamatan Ujungpangkah, disusul Bungah dan Manyar.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai pelestarian mangrove bukan hanya berkaitan dengan menjaga ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Ekosistem mangrove yang terjaga dapat menjadi habitat berbagai biota laut yang mendukung mata pencaharian masyarakat sekitar.
Selain menyerap karbon, mangrove juga berfungsi menahan abrasi dan menjadi tempat berkembang biak berbagai biota laut. Karena itu, upaya pelestarian tidak cukup hanya dengan menanam, tetapi juga memastikan ekosistem mangrove tetap hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemkab Gresik berharap kolaborasi penghijauan pesisir terus diperkuat agar kawasan mangrove terjaga dari kerusakan dan penebangan. Dengan demikian, manfaat ekologis dan ekonomi mangrove dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

