Pasuruan, Metrotvjatim.com- Grandmaster Novendra bersama ratusan pecatur dari berbagai penjuru nusantara beradu strategi dalam ajang Open Chess Tournament, di halaman Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Minggu 27 September 2026.
Turnamen yang diikuti 750 pecatur ini, mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari kategori yunior untuk pelajar SD, SMP, SMA, serta kategori senior untuk master, non master, dan veteran.
Ketua Panitia turnamen, Henry Sulfianto, menjelaskan untuk peserta yang mengikuti Turnamen Open Chess dalam rangka hari jadi Kabupaten Pasuruan ini, datang dari berbagai daerah seperti dari Malang, Bali, Jakarta dan kota-kota lainnya.
“Selain pecatur pemula, turnamen kali ini juga diikuti oleh 50 pecatur tingkat master nasional, internasional master dan grandmaster,” jelas Henry.
Dari ratusan peserta Turnamen Open Chess Tournament ini, panitia akan mengambil beberapa pemenang untuk masing-masing kategori dari kategori yunior dan kategori senior.
“Untuk kategori yunior kita ambil sebanyak 25 pemenang, sementara untuk kategori senior akan kita ambil sebanyak 30 pemenang,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengatakan, Turnamen Open Chess Tournament Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ini bukan hanya sekedar pertandingan untuk mencari bibit-bibit atlet catur potensial, melainkan juga untuk mempererat kebersamaan antar pemain catur.
“Kita berharap akan muncul bibit-bibit atlet catur dari Kabupaten Pasuruan yang nantinya dapat berkiprah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional, dan juga melalui momen turnamen ini, kita ingin menciptakan semangat kebersamaan dan kekeluargaan bagi pemain catur yang mengikuti turnamen,” kata Rusdi Sutejo.
Ditempat yang sama, Grandmaster Catur Indonesia, Novendra Priasmoro, yang mengikuti ajang Turnamen Open Chess Tournament Hari Jadi Kabupaten Pasuruan, memberikan pesan kepada pecatur-pecatur muda Kabupaten Pasuruan agar tetap semangat berlatih untuk mencapai tujuan menjadi master atau grandmaster catur.
“Intinya tetap semangat dan tidak boleh putus asa ketika mengalami kekalahan, karena kekalahan harus dijadikan cambuk untuk meraih kesuksesan yang akan datang,” pungkas Novendra Priasmoro. (Anam)

