Surabaya, Metrotvjatim.com- Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya, Rabu 30 September 2026. Dalam aksinya, para sopir membawa 250 unit kendaraan mulai dari truk towing, Colt Diesel hingga Fuso, sehingga memicu kepadatan arus lalu lintas .
Tuntutan utama para pengemudi adalah penghapusan syarat barcode dalam pembelian BBM jenis solar bersubsidi. Sistem tersebut dinilai sangat menyulitkan dan menghambat kelancaran operasional pengiriman logistik harian. “Kami kesulitan mendapatkan BBM jenis solar,” ujar Firman, salah satu peserta aksi.
Kelangkaan stok serta prosedur yang berbelit membuat pengisian bahan bakar menjadi tidak menentu. Aksi ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 September hingga 2 Oktober 2026.
Rombongan truk bergerak menuju sejumlah titik instansi terkait, antara lain Kantor Dinas Perhubungan Jatim, kantor Pertamina, PT Jasa Raharja, dan Kantor Gubernur Jawa Timur untuk menyampaikan aspirasi mereka .
Pengendara yang melintas di koridor Taman–Waru maupun perbatasan Sidoarjo–Surabaya diimbau mencari rute alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan dan kemacetan yang masih berlangsung.
Sementara itu, gelombang protes serupa direncanakan menyusul di tingkat nasional. Aliansi pengemudi seperti Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) dan Aliansi Perjuangan Pengemudi Nusantara (APPN) menjadwalkan aksi susulan pada 8 Oktober 2026 mendatang.
Kelangkaan solar serta penerapan sistem barcode yang dinilai bermasalah di berbagai wilayah menjadi fokus tuntutan nasional tersebut. (Dosi)

