Surabaya, metrotvjatim.com – Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun dalam rilis ini, pantauan satelit NASA-TERRA/AQUA melalui sistem Sipongi milik Kementerian Kehutanan mencatat 1.297 titik api di Indonesia.
Sebaran yang dilaporkan antara lain berada di Kalimantan Tengah dengan 227 titik,Sumatera Selatan 147 titik, Kalimantan Selatan 113 titik, Kalimantan Barat 31 titik, serta Jambi 24 titik.
Selain membuat lingkungan rusak, karhutla ini juga membuat kualitas udara turun dan dapat mengancam kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.
Melihat hal tersebut kelompok suporter Persebaya Surabaya, Bonek, akan menggelar aksi kemanusiaan One Man One Mask, aksi penggalangan masker untuk masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Aksi penggalangan masker ini dimulai secara serentak pada saat pertandingan Super League antara Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Minggu (18/10/2026) mendatang.
Pertandingan Persebaya kontra PSS dipilih sebagai salah satu titik pengumpulan karena menjadi momentum berkumpulnya banyak suporter, termasuk pendukung PSS yang datang ke Surabaya untuk mendukung tim kebanggaannya.
Tulus Budi, Salah satu pentolan Bonek mengajak seluruh suporter yang datang ke GBT untuk berpartisipasi melalui kampanye One Man One Mask, dengan membawa masker untuk disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya nyuwun tolong, saya mohon, besok (Minggu, 18 Oktober) kita ke GBT bawa masker, kita kumpulkan bersama-sama,” ujarnya.
Cak Tulus menjelaskan bahwa aksi tersebut menjadi bagian dari upaya Bonek untuk mewujudkan semangat Football for Humanity dan Football for Unity.
Tidak hanya menjadi ajang mendukung tim kesayangan, sepak bola diharapkan bisa menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Sebelumnya suporter fanatik Persebaya Surabaya ini terlibat dalam sejumlah aksi untuk kemanusiaan seperti pembangunan jaringan air bersih di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat bencana alam gempa bumi di wilayah tersebut, bencana banjir bandang melanda Aceh dan Sumatera Utara, serta hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Gerakan kemanusiaan melalui sepak bola juga pernah dilakukan ketika seorang anak di NTT nekat mengakhiri hidupnya karena keterbatasan ekonomi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Saat itu, Bonek bersama manajemen Persebaya menggalang donasi peralatan sekolah di tengah pertandingan. Bantuan tersebut kemudian disalurkan ke sejumlah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Melalui kampanye One Man One Mask, Bonek kembali mengajak publik melihat sepak bola dari sisi yang lebih luas. Dukungan terhadap klub kesayangan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. (Suy)

