Jombang, Metrotvjatim.com – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meresmikan Desk Ketenagakerjaan tingkat kewilayahan di Mapolres Jombang, Sabtu (17/10/2026). Layanan ini menangani konsultasi dan pengaduan pekerja, terutama soal pemutusan hubungan kerja (PHK), pesangon, dan sengketa upah.
Peresmian dilakukan serentak di 35 satuan kewilayahan pada 14 wilayah hukum Polda. Kapolri menyebut pembentukan desk ini sebagai komitmen Polri memberikan pelayanan yang inklusif dan responsif terhadap persoalan buruh.
“Kami fokus pada konsultasi dan penanganan pengaduan, khususnya masalah pemutusan hubungan kerja, pesangon, dan sengketa upah,” ujar Suyudi.
Sejak 2025 hingga Oktober 2026, Polri mencatat 10.973 pekerja difasilitasi untuk kembali bekerja. Nilai hak pekerja yang berhasil dicairkan mencapai Rp 70,28 miliar.
Menurut Kapolri, capaian itu tidak lepas dari kerja sama pemerintah, dunia usaha, dan serikat buruh. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar perlindungan pekerja berjalan seimbang dengan iklim investasi dan keberlangsungan usaha.
Polri menargetkan Polres Jombang dan puluhan polres lainnya menjadi percontohan bagi pengembangan layanan serupa di seluruh Indonesia.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengapresiasi kecepatan Polri mewujudkan program ini.
“Kami baru bicara dengan Pak Kapolri seminggu yang lalu. Langkah cepat yang luar biasa; dalam waktu delapan hari beliau sudah menyiapkan segalanya dan hari ini peresmian dilakukan,” ujarnya.
Andi Gani optimistis desk di tingkat polres akan memangkas birokrasi pelaporan dan mempercepat penyelesaian sengketa di daerah. Ia mencontohkan Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri yang menuntaskan sejumlah kasus mangkrak 5-6 tahun hanya dalam 7-8 hari.
Usai peresmian, Kapolri mengunjungi Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, lalu berziarah ke makam Marsinah, aktivis buruh yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. (Amz)

