Surabaya, Metrotvjatim.com- Kesedihan mendalam masih dirasakan pasangan suami istri Slaras Abdul Wahid (53) dan Nurul fadilah (46), warga Jalan Tambak Medokan Ayu XI Surabaya. Anak kedua mereka yang mengidap down syndrome, ZAA (10), meninggal setelah diduga dibully dua orang anak tetangganya pada 12 September lalu.
Dari rekaman CCTV yang dimiliknya, Slaras menduga bahwa biang kerok yang menyebabkan anak bungsunya meninggal dunia adalah anak-anak setempat, yakni K (10) dan V (8). Keduanya diduga melakukan tindakan keji membully anaknya yang tidak berdaya, tak bisa bergerak dan bicara karena mengidap down syndrom.
“Saat kejadian, saya dan istrinya tidak melihat. Saat itu saya sedang sakit, dan istri sedang menyiapkan dagangannya,” tutur Slaras dengan lirih.
Slaras juga menceritakan, rekaman CCTV kampung menjelaskan detik-detik peristiwa pembullyan itu terjadi. Terlihat seorang anak, yakni K masuk ke dalam lingkungan rumah Slaras. K bersama V masuk kesana diduga menyiksa ZAA secara keji, yakni mencekoki sabun cuci piring dan menjerat leher ZAA menggukan tali sepatu.
“Menurut istri saya, sesuai keterangan polisi usai otopsi di RS Bhayangkara, disebutkan di dalam perut anak saya ditemukan cairan sabun,” lanjutnya.
Atas kejadian tersebut, menurut Slaras, bocah K disebut sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polrestabes Surabaya. Sementara bocah V tidak dijadikan tersangka karena dianggap tidak terlibat.
Keluarga Slaras kini menuntut keadilan, selain meminta aparat mentersangkakan V, mereka juga meminta agar keduanya ditempatkan di satu lembaga yang bisa membina karakter dan perilaku anak-anak agar lebih baik.
“Yang kami tahu, kedua anak itu (K dan V ) masih bebas berkeliaran di kampung ini,” pungkas Slaras Abdul Wahid. (Dosi)

