Pamekasan, metrotvjatim.com : Arus balik Lebaran di wilayah Pamekasan mengalami kemacetan panjang akibat tradisi Per-Peran yang digelar warga pesisir selatan. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur setelah Idul Fitri, namun berdampak pada tersendatnya lalu lintas menuju arah Surabaya.
Tradisi Per-Peran digelar warga Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, setiap H+7 Lebaran atau bertepatan dengan Lebaran Ketupat. Dalam pelaksanaannya, warga memadati jalan utama sambil berjoget dan menikmati hiburan musik dengan sound system, sehingga kendaraan yang melintas hanya bisa bergerak perlahan.

Jika sebelumnya tradisi ini dilakukan dengan berkeliling desa menggunakan becak dan andong hias, kini kegiatan dipusatkan di jalan raya karena kondisi permukiman yang semakin padat. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama Madura–Surabaya menjadi tersendat.
Kemacetan pun mengular cukup panjang. Meski petugas dari kepolisian, dinas perhubungan, dan Satpol PP telah dikerahkan, mereka harus bekerja ekstra untuk mengurai kepadatan kendaraan di lokasi.
Tradisi tahunan ini tetap menjadi daya tarik dan bagian dari budaya lokal masyarakat, meski di sisi lain menimbulkan tantangan tersendiri bagi kelancaran arus balik Lebaran.

