Gresik, metrotvjatim.com : Banjir akibat meluapnya sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus meluas. Kondisi ini dipengaruhi intensitas hujan yang masih tinggi dan juga air laut pasang.
Tidak hanya merendam ribuan rumah warga yang tersebar di 27 Desa di 5 Kecamatan di Lamongan, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum, seperti masjid/musholla, pasar, dan juga lembaga pendidikan.
Menurut data Pusdalops BPBD Kabupaten Lamongan mencatat, sebanyak 11 lembaga pendidikan, mulai PAUD hingga SMA tersebar di 5 kecamatan terendam banjir
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan Lamongan, menyiapkan fasilitas perahu untuk digunakan siswa pulang pergi sekolah,” kata Moch. Na’im Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Selasa, 13 Januari 2026.
Sementara itu, Mahfudl, Kepala SDN Turi mengatakan, banjir di sekolahnya terus menunjukkan tren kenaikan. Sebelumnya hanya beberapa ruang kelas yang kemasukan air.
Kini, hampir seluruh ruangan kelas terendam air sehingga sekolah memilih untuk pembelajaran di rumah melalui daring.
“Kami mengalihkan pembelajaran secara daring. Ini dilakukan demi keselamatan para siswa, karena air banjir tinggi begitu juga kondisinya licin, berbahaya buat anak anak,” ujarnya.
Selain mengalihkan pembelajaran secara daring, sejumlah sekolah juga tetap melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah.
Ini dilakukan karena siswa terpaksa menerjang banjir dan ada juga yang berangkat ke sekolah dengan menggunakan perahu.

