Lamongan, metrotvjatim.com : Bulan suci Ramadan membawa berkah bagi pelaku UMKM di Kabupaten Lamongan. Permintaan songkok di sentra industri songkok Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, melonjak drastis hingga tiga kali lipat dibanding bulan-bulan biasa.
Suasana sibuk terlihat di salah satu rumah produksi songkok milik Ahmad Rohman. Deru mesin jahit terdengar sejak pagi hingga dini hari. Para pekerja dipacu mengejar target pesanan yang terus mengalir sejak sebelum Ramadan.
Jika pada hari biasa rumah produksi ini hanya mengirim sekitar tiga ribu kodi per bulan, kini jumlahnya meningkat tajam hingga tembus sembilan ribu kodi. Lonjakan permintaan membuat perajin harus menambah tenaga lepas serta memberlakukan jam kerja lembur agar seluruh pesanan dapat terpenuhi tepat waktu.
Meski permintaan membludak, perajin tetap mengutamakan kualitas. Songkok diproduksi menggunakan bahan beludru premium agar nyaman digunakan, terutama saat beribadah dalam waktu lama.
Selain dipasarkan ke sejumlah kota besar seperti Surabaya, Bandung, dan Jakarta, songkok khas Lamongan juga merambah ke luar Pulau Jawa, termasuk Sumatra dan Kalimantan. Harga songkok dibanderol mulai dari 40 ribu hingga 100 ribu rupiah, tergantung bahan dan motif.
Desa Pengangsalan sendiri dikenal sebagai salah satu desa penghasil songkok terbesar di Lamongan. Lebih dari 80 persen warganya menggantungkan hidup sebagai perajin songkok. Momentum Ramadan pun menjadi berkah tersendiri, termasuk bagi warga yang diberdayakan sebagai tenaga lepas, khususnya dalam proses pengemasan.

