Ngawi, metrotvjatim.com : Badan Urusan Logistik (Bulog) menargetkan mampu menyerap beras petani sebanyak 4 juta ton pada tahun 2026, untuk mensukseskan Swasembada Pangan program dari Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat panen perdana padi di desa Baderan, kecamatan Geneng, kabupaten Ngawi, bersama Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Supardi, Dandim 0805 Ngawi dan Waka Polres Ngawi, sabtu (04/04/2026).
Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, data per tanggal 3 April 2026, saat ini ada stok beras sebanyak 4,4 juta ton di gudang bulog. Semua itu hasil kerja sama yang luar biasa dari seluruh stakeholder, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, petani dan penggilingan-penggilingan yang ada.
” pihak bulog memastikan, harga gabah yang diterima petani telah sesuai dengan ketetapan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram, bahkan, harga gabah di tingkat petani bisa melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah,” Ungkap Ahmad Rizal.
Sementara, Menurut Supardi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Hasil Produksi gabah di Kabupaten Ngawi terus meningkat, walau lahan pertanian tanam telah berkurang.
” produksi padi di Kabupaten Ngawi tercatat sebesar 772.571 Ton Gabah Kering Giling. Saat ini kabupaten Ngawi mampu berkontribusi 7 persen produksi padi di Jawa Timur, Ungkap Supardi.

