Gresik, metrotvjatim.com : Warga Kota Gresik, dihebohkan dengan video kamera pengawas yang merekam detik detik perahu nelayan melaju kencang hingga menabrak dermaga di pelabuhan Gresik, Jawa Timur, pada Senin, 6 Januari 2025 lalu.
Diketahui, pemilik perahu sekaligus pengemudi tercebur sebelum perahu hilang kendali. Selama empat hari proses pencarian oleh tim gabungan, dari BPBD Gresik, Satpolairud Polres Gresik, hingga Basarnas dan juga dibantu nelayan setempat.
Upaya pencarian nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pelabuhan Smelting Gresik tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama yang diketahui bernama Mat Rahim (58) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 06.30 WIB di perairan Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Korban pertama kali ditemukan oleh rekan-rekannya sesama nelayan yang sejak pagi melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban beraktivitas.
Saksi Mujiyono (56), nelayan asal Kelurahan Lumpur, Gresik, menuturkan bahwa saat pencarian berlangsung, ia melihat sesosok tubuh mengapung di permukaan air.
“Sekira pukul 06.30 WIB kami melihat ada mayat mengapung di perairan. Setelah didekati, diketahui korban adalah Mat Rakim,” ujar Mujiyono.
Mengetahui hal tersebut, Mujiyono segera menghubungi nelayan lain untuk meminta bantuan.
Korban kemudian dievakuasi ke daratan sebelum kejadian itu dilaporkan kepada pihak kepolisian. Selain Mujiyono, saksi lain yang berada di lokasi adalah Udin (44), nelayan yang juga berdomisili di Kelurahan Lumpur, Gresik.
Korban diketahui bernama lengkap Mat Rahim beralamat di Jalan Sindujoyo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.
Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardita, membenarkan penemuan jasad nelayan oleh teman temannya sesama nelayan dalam kondisi mengapung dilaut.
“Betul, hari ini jenazah kita temukan dalam kondisi meninggal dunia, setelah ini akan kita serahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.
Polisi menegaskan, keterlibatan jajaran Polres Gresik dalam proses pencarian hingga evakuasi merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya para nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan.
“Ini merupakan wujud pelayanan kami kepada masyarakat. Polri berupaya hadir dan membantu setiap kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian, terutama di wilayah perairan,” pungkas AKP I Nyoman Ardita.

