Tulungagung, metrotvjatim.com : Kasus Campak di Tulungagung terus menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan setempat. Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 kasus suspek campak ditemukan di berbagai wilayah.
Dari jumlah tersebut, hanya satu kasus yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Pasien yang sempat terkonfirmasi positif kini telah sembuh dan dalam kondisi stabil. Kasus tersebut terjadi pada awal tahun, tepatnya Januari lalu.
Meski demikian, jumlah suspek tahun ini dinilai mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada Februari tahun lalu hanya ditemukan sekitar 20 kasus suspek, dengan satu kasus positif yang muncul pada bulan Maret.
Sebagai langkah penanggulangan, Dinas Kesehatan Tulungagung melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI), yaitu pemberian vaksin tambahan campak. Program ini difokuskan di wilayah dengan temuan kasus tinggi, salah satunya di Desa Ringinpitu.
Sasaran vaksinasi adalah balita usia 9 hingga 59 bulan, dengan target sekitar 350 anak. Di wilayah prioritas seperti Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, vaksin diberikan tanpa memperhatikan status imunisasi sebelumnya.
Meski terjadi peningkatan kasus, situasi di Tulungagung saat ini belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, sesuai rekomendasi pemerintah pusat, daerah tetap didorong untuk melaksanakan imunisasi kejar guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

