Pasuruan, metrotvjatim.com : Untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Jawa di bulan Syawal, SD Negeri Randusari di Kota Pasuruan menggelar tradisi Grebek Syawalan yang diikuti ratusan pelajar dari kelas 1 hingga kelas 6.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengarak gunungan yang terbuat dari susunan sekitar 500 ketupat. Arak-arakan dilakukan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 600 meter mengelilingi kampung di sekitar sekolah.
Setelah diarak dan kembali ke lingkungan sekolah, gunungan ketupat kemudian diperebutkan oleh para pelajar. Tradisi ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Kepala SDN Randusari, Yuli Winanti, menjelaskan bahwa ketupat dalam gunungan tersebut tidak berisi lontong seperti umumnya. Sebaliknya, ketupat diisi berbagai perlengkapan sekolah seperti penghapus, rautan pensil, hingga uang tunai yang memiliki makna filosofis.
Penghapus melambangkan harapan untuk menghapus kesalahan, rautan pensil dimaknai sebagai upaya mempertajam pikiran dan batin, sementara uang tunai menjadi simbol sedekah dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para pelajar, baik di tingkat SD, SMP, hingga SMA, tetap mengenal dan mencintai tradisi leluhur, khususnya budaya Jawa yang sarat makna.

