Lamongan, metrotvjatim.com : Ratusan santri dan mahasiswa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap penanganan banjir yang dinilai belum optimal. Dalam aksi tersebut, mereka membawa ember untuk menguras air banjir serta melakukan blokade di ruas jalan provinsi yang masih tergenang.
Aksi berlangsung di jalur alternatif Desa Simo Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Hingga kini, banjir di wilayah tersebut belum juga surut meski telah berlangsung selama lebih dari empat bulan.
Banjir yang berkepanjangan tersebut memicu kekecewaan ratusan santri dari Pondok Pesantren Matholiul Anwar Simo Sungelebak bersama sejumlah mahasiswa. Mereka kemudian menggelar aksi demonstrasi di lokasi banjir.
Dalam aksinya, para santri membawa ember sebagai simbol untuk menguras air banjir. Selain itu, mereka juga melakukan blokade jalan yang masih tergenang air meski tetap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan karena ruas jalan dipadati para peserta aksi. Demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah daerah yang dinilai belum mampu menangani persoalan banjir secara maksimal.
Banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Bengawan Jero hingga kini masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan. Sedikitnya tujuh kecamatan terdampak, di antaranya Kecamatan Kalitengah, Turi, Karanggeneng, Glagah, Karangbinangun, dan Deket.
Ketinggian air banjir di wilayah tersebut berkisar antara 40 hingga 80 sentimeter.
Dengan kondisi banjir yang telah berlangsung hampir empat bulan, para peserta aksi berharap adanya penanganan yang lebih serius dari pemerintah daerah. Pasalnya, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi jalan, lahan pertanian, tambak, serta sejumlah fasilitas umum.

