Ngawi, metrotvjatim.com : Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari berdampak pada proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah umrah dari Tanah Suci. Kondisi ini juga dirasakan oleh sejumlah jamaah umrah asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang hingga kini masih tertahan di Arab Saudi.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan dibatalkan. Akibatnya, beberapa jamaah asal Ngawi belum dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Ngawi, Masun Azali Amrullah, membenarkan adanya jamaah yang masih tertahan. Namun, jumlah pastinya belum dapat dipastikan karena proses perjalanan umrah ditangani langsung oleh biro perjalanan bersama Kementerian Haji dan Umrah tingkat provinsi.
Ia mengimbau para jamaah yang masih berada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari biro perjalanan masing-masing. Selain itu, pihaknya juga meminta biro perjalanan mempertimbangkan penjadwalan ulang keberangkatan jamaah hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif.
Sementara itu, salah satu pemilik biro perjalanan Umrah Dewangga cabang Ngawi-Madiun, Pamuji Setiawan, menyatakan bahwa jamaah asal Ngawi yang berangkat melalui pihaknya telah lebih dahulu kembali sebelum konflik memuncak. Adapun jamaah yang masih tertahan melalui biro tersebut berasal dari wilayah Yogyakarta.
Meski demikian, pihak biro memastikan tetap mengikuti instruksi pemerintah terkait kebijakan penundaan dan pengaturan ulang jadwal keberangkatan.
Hingga kini, eskalasi konflik di Timur Tengah masih tergolong tinggi. Biro perjalanan umrah diimbau menunda keberangkatan jamaah sampai kondisi keamanan dipastikan aman demi keselamatan seluruh jamaah.

