Surabaya, metrotvjatim.com : PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar simulasi penanganan kebocoran dan kebakaran barang berbahaya (Dangerous Goods/DG) Kelas 3 di area Container Yard (CY), Kamis (12/2).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional terminal.
Simulasi tersebut merupakan bagian dari komitmen TPS dalam memastikan seluruh proses dan aktivitas operasional berjalan aman, terkendali, serta sesuai standar K3 yang berlaku.
Dalam skenario simulasi, digambarkan terjadi kebocoran muatan Petroleum Crude Oil (UN 1267) pada tank container berukuran 20 feet. Kebocoran kemudian berkembang menjadi kebakaran akibat percikan api dari pihak eksternal.
Penanganan insiden melibatkan sejumlah unit operasional, di antaranya Integrated Planning and Control (IPnC) Room sebagai pusat kendali komunikasi darurat, tim Emergency Response Management (ERM), tim pemadam kebakaran internal, serta dukungan dari Damkar Pelindo Tanjung Perak.
Secara keseluruhan, simulasi melibatkan 57 personel yang terdiri dari unsur operasional, keamanan, HSSE, medis, hingga dukungan eksternal.
Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi efektivitas jalur komunikasi darurat (Jarkom), khususnya dalam penerapan single point of communication, kecepatan verifikasi informasi, serta pelaksanaan prosedur keselamatan sesuai standar dan regulasi yang berlaku.
Standar yang menjadi acuan dalam simulasi tersebut meliputi International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code, International Ships and Port Facilities Security (ISPS) Code, serta International Organization for Standardization (ISO) 45001 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Senior Vice President (SVP) K3, Lingkungan dan Keamanan TPS, I Nyoman Sudiartha, menyampaikan simulasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya yang berkaitan dengan penanganan barang berbahaya di area terminal.

