Bondowoso, metrotvjatim.com : Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali mengukuhkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat berskala internasional.
Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan mitra global, UNESA menyelenggarakan agenda tahunan International Community Development (ICD) 2026 di Pendopo Raden Bagus Assra, Kamis (05/02/2026).
Mengusung tema “Local Root, Global Impact: Advancing The SDGs through Unesa’s Engagement”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat, memacu inovasi desa, serta memperkuat pertukaran budaya global.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., serta delegasi internasional dari enam negara. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., yang hadir secara daring, menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha adalah kunci kemandirian bangsa.
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap riset sebagai basis pembangunan. Riset memastikan program pemerintah tepat sasaran, produktif, dan efisien. Forum ini strategis untuk mengubah potensi lokal Bondowoso menjadi kekuatan ekonomi nyata melalui jejaring internasional.
Bupati Bondowoso, KH. Dr. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyambut rombongan UNESA dan para profesor mancanegara. Pihaknya menekankan bahwa kehadiran perguruan tinggi adalah motor penggerak pembangunan daerah sekaligus langkah nyata menuju World Class University.
Dalam paparannya, Bupati menonjolkan keunggulan Bondowoso yang merupakan bagian dari Ijen UNESCO Global Geopark, yang memiliki fenomena Blue Fire dan hanya ada dua di dunia, situs megalitikum terbesar, hingga komoditas kopi Arabika Ijen Raung yang telah mendunia.
Bupati berharap ICD 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu memberikan transfer pengetahuan konkret. Pihaknya fokus pada penguatan desa melalui tata kelola yang akuntabel dan literasi digital, serta membutuhkan solusi inovatif untuk sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM agar berkelanjutan.
Wakil Rektor III UNESA, Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd., menyatakan bahwa pembangunan inklusif tidak bisa dilakukan sendirian. Kehadiran mitra internasional dalam ICD tahun ini adalah bukti bahwa pembangunan masyarakat desa kini telah menjadi tanggung jawab global.
Kolaborasi lintas batas ini memastikan bahwa akar lokal yang kita miliki di Bondowoso mampu memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di level internasional.

