metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
NASIONAL

Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Berjalan Optimal, Khofifah Pantau Operasi OMC

Redaksi 22 Desember 2025
Share
4 Min Read

Sidoarjo, metrotvjatim.com : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur berjalan optimal seiring memasuki periode puncak musim hujan.

Kepastian tersebut disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Minggu (21/12).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor dalam upaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang berpotensi meningkat pada musim hujan.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur telah dimulai sejak 5 Desember 2025 dan hingga saat ini telah dilakukan sebanyak 30 kali sortie selama 17 hari masa OMC yang telah berjalan. OMC merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim, Lanudal Juanda, BMKG, serta PT Milan Pillery Bersatu selaku operator modifikasi cuaca.

Baca Juga:  Perkuat Mitigasi Bencana, BPBD Jatim Gelar Roadshow Ke Sekolah

“BMKG menyampaikan bahwa puncak hujan di Bulan Desember adalah 20 persen. Sedangkan puncaknya puncak ada di Bulan Januari yang mencapai 58 persen dan di Februari 22 persen,” ujar Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Proses modifikasi cuaca ini adalah bagian dari yang kita inginkan jangan sampai ketika terjadi hujan lebat yang tidak terhindarkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa OMC dilaksanakan berdasarkan pendekatan ilmiah (scientific based approach). Penentuan titik persemaian awan bersifat dinamis, mengikuti pergerakan awan yang terpantau melalui radar cuaca.

Baca Juga:  Taman Edukasi Bencana BPBD, Kenalkan Mitigasi Sejak Dini Kepada Anak-anak di Jawa Timur

“Sebagai contoh, jadwal hari ini rencana take off pukul 11.30 WIB diarahkan ke bagian selatan, sementara pukul 13.30 WIB akan difokuskan ke bagian utara. Titik semai garam atau kapur ini sesuai update pergerakan awan sesuai data satelit,” kata Khofifah.

Sebagai informasi, OMC bertujuan membantu awan yang telah terbentuk agar hujan turun lebih teratur dan merata. OMC menggunakan bahan ramah lingkungan yang disemai melalui pesawat khusus untuk membantu pembesaran butiran air di awan sehingga hujan dapat terdistribusi lebih baik.

“OMC bukan bertujuan untuk membuat hujan tiba-tiba, melainkan agar hujan tidak turun terlalu deras di suatu tempat. Sehingga bisa mengurangi resiko banjir, tanang longsor dan bencana lainnya,” jelasnya.

Hingga 20 Desember 2025, total penerbangan OMC telah mencapai 30 sortie dengan penggunaan bahan semai sebanyak 14.000 kilogram CaO dan 16.000 kilogram NaCl, serta total jam terbang mencapai 62 jam 24 menit.

Baca Juga:  Ketua PCNU Jombang Apresiasi Para Relawan Yang Terlibat Bantu Korban Banjir

Selain upaya mitigasi melalui OMC, Gubernur Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing.

“Mari kita lakukan kewaspadaan bersama semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang membahayakan,” ajak Khofifah.

Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung kelancaran aktivitas selama musim hujan dengan menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai, membersihkan saluran air, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.

“Hal-hal seperti ini saya rasa bisa kita akses informasi dari berbagai platform agar kehidupan kita aman dan selamat,” pungkasnya.

SHARE NOW
TAGGED: bpbd jatim, hidrometrologi, khofiah, omc
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Rem Blong,Truk Tebu Terguling Sebabkan Arus Malang Blitar Macet Total
25 September 2026
Bakar Kebun di Musim Kemarau, Warga Kesamben Blitar Tewas Terjatuh ke Kobaran Api
25 September 2026
Menteri Angkatan Bersenjata dan Urusan Veteran Republik Prancis kunjungi AAL
25 September 2026
Jumat Pagi, Rupiah Turun ke Level Rp17.928/USD
25 September 2026
Penyelam TNI AL Berhasil Temukan 14 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
24 September 2026

MOST POPULAR

PENDIDIKAN

UPN Veteran Jatim Perkuat Kolaborasi Akademik dan Pemberdayaan Masyarakat di Brunei Darussalam

OLAHRAGA

Haornas 2026, KONI Gresik Apresiasi Atlet SEA Games

HEADLINE

Waspada Influenza A dan B, Rumkitalmar Gelar Pengobatan Gratis

HEADLINE

PKL Buah di Kawasan Pasar Besar Pasuruan Tolak Relokasi

LAINNYA

Menteri Angkatan Bersenjata dan Urusan Veteran Republik Prancis kunjungi AAL

25 September 2026

Jumat Pagi, Rupiah Turun ke Level Rp17.928/USD

25 September 2026

Penyelam TNI AL Berhasil Temukan 14 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

24 September 2026

Polres Madiun Siagakan 2.500 Personel Gabungan Amankan Kegiatan Pesilat

24 September 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?