Situbondo, metrotvjatim.com : Korban ledakan petasan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, masih menjalani perawatan intensif. Satu korban meninggal dunia telah dipulangkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara satu korban lain dirujuk ke RS Dr. Soebandi dalam kondisi kritis dengan luka bakar serius. Lima korban lainnya masih dirawat di RSUD Asembagus.
Seluruh biaya pengobatan enam korban yang masih dirawat ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui program Brantas Plus.
Jenazah korban meninggal dunia dipulangkan ke rumah duka usai dilakukan visum. Sementara itu, korban yang dirujuk ke Jember mengalami luka bakar. Adapun lima korban lain masih mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Asembagus.
Ledakan petasan yang terjadi di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, tidak hanya menyebabkan luka bakar. Sejumlah korban juga mengalami patah tulang yang diduga akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat ledakan terjadi. Dua korban remaja yang berada di sekitar lokasi turut mengalami dampak cukup parah akibat kuatnya getaran ledakan.
Data terbaru mencatat sebanyak 12 rumah terdampak ledakan, dengan tujuh di antaranya mengalami kerusakan parah. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait hasil penyisiran tim Gegana Polda Jawa Timur, termasuk kemungkinan adanya sisa bahan peledak di lokasi kejadian.
Kuatnya ledakan dilaporkan terdengar hingga radius yang cukup jauh dari pusat kejadian.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, berharap ke depan tidak ada lagi warga yang merakit petasan. Ia menegaskan, tradisi menyalakan petasan saat Idul Fitri sebaiknya ditinggalkan karena berisiko menimbulkan kerugian dan membahayakan keselamatan.
Ulfiyah juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban ledakan ditanggung pemerintah daerah melalui program Brantas Plus, sehingga keluarga korban tidak perlu memikirkan biaya perawatan.

