Ngawi, metrotvjatim.com : Seorang pemuda yang diduga mengalami gangguan jiwa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dievakuasi aparat kepolisian setelah dinilai membahayakan warga. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena pemuda tersebut kerap mengamuk sambil membawa senjata tajam.
Evakuasi dilakukan di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Puluhan petugas kepolisian dikerahkan untuk mengamankan situasi, menyusul laporan warga yang merasa resah dengan perilaku pemuda bernama Joni Piter, 35 tahun.
Saat petugas tiba di lokasi, Joni Piter berada di dalam rumah yang terkunci dari dalam bersama adiknya, Leo Kristoni, 29 tahun. Upaya persuasif sempat dilakukan oleh petugas bersama kepala desa, namun tidak membuahkan hasil.
Petugas mengalami kesulitan lantaran yang bersangkutan membawa dua bilah parang. Demi menghindari risiko yang lebih besar, satu kompi Satsabhara Polres Ngawi diterjunkan untuk membantu proses evakuasi.
Setelah melalui negosiasi yang cukup panjang, petugas akhirnya melumpuhkan Joni Piter menggunakan senjata kejut saat yang bersangkutan lengah. Pemuda tersebut kemudian berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Menurut keterangan warga, dalam beberapa hari terakhir Joni Piter kerap keluar rumah sambil membawa parang. Ia juga dilaporkan beberapa kali melempari rumah warga dengan batu. Sedikitnya lima rumah dilaporkan terdampak aksi tersebut.
Kapolsek Geneng, AKP Haris Sunarto, menyatakan evakuasi dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat. Proses evakuasi sendiri memakan waktu hampir enam jam karena yang bersangkutan sulit dibujuk.
Usai diamankan, Joni Piter langsung dibawa ke RSUD dr. Soeroto untuk menjalani penanganan medis lebih lanjut. Pemuda tersebut diduga mengalami depresi setelah pulang dari luar kota dan kehilangan kedua orang tuanya.

