metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
PEMERINTAHAN

BKKBN Ingatkan Bahaya Perkawinan Anak di Jatim Yang Masih Tinggi.

Redaksi 27 Februari 2026
Share
2 Min Read

Surabaya, metrotvjatim.com – Kantor Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Jatim mencatat, hingga awal tahun 2026 ini, sudah ada 3.900 kasus pernikahan anak bawah umur di Jawa Timur.

Saat ditemui di Kantor BKKBN Jatim, Jumat (27/2/2026). Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Maria Ernawati menuturkan, bahwa yang disebut pernikahan anak jika mengacu pada Undang-Undang Perkawinan adalah dibawah umur 19 tahun.

Meskipun tidak menyebut wilayah kabupaten/kota mana saja dengan kasus pernikahan anak, namun Erna menyatakan adanya sejumlah bahaya menghantui pasangan yang menikah tidak pada waktu yang tepat, seperti potensi bayi yang dilahirkan akan mengalami stunting.

Baca Juga:  Anggaran Dipotong, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Siapkan Draf Permen Hidup Sederhana dan Efisien dalam Bekerja

“Kalau di data kami by name by address, realnya itu ada 3.900 pernikahan anak. Nah ini dimana pernikahan anak ini tentu saja impact-nya itu akan hampir 90 persen melahirkan anak stunting. Belum lagi nanti ada perceraian, kemudian ketahanan keluarga yang tidak bagus dan sebagainya,” ujarnya.

Untuk itu, BKKBN Jatim terus berupaya menekan fenomena pernikahan anak dengan cara memasalkan sejumlah program unggulan, seperti Sekolah Orang Tua Hebat, kemudian ada Bina Keluarga Lansia.

“Tentu saja (anak-anak) yang sudah menikah ini kita berharap untuk kita dampingi sehingga menjadi ketahanan keluarganya lebih bagus lagi,” tuturnya.

Baca Juga:  146 Negara Resmi Akui Negara Palestina, Slovenia Menyusul

Maria nerharap agar kedepannya tidak ada peningkatan kasus pernikahan anak. Ia juga mengajak media massa agar terus melakukan sosialisasi bahaya pernikahan anak, terutama ke daerah-daerah yang angka pernikahan anaknya masih tinggi.

“Tentu saja kita harus tetap aktif mensosialisasikan dengan cara emberikan pemahaman kepada orang tua, remaja dan remaja itu sendiri untuk tidak menikah di usia dini,” pungkasnya.***

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Kalah dari Malaysia, Kurniawan Minta Maaf dan Ajak Masyarakat Dukung Timnas U-17
Kalah dari Malaysia, Kurniawan Minta Maaf dan Ajak Masyarakat Dukung Timnas U-17
17 April 2026
Ratusan Warga Serbu Operasi Pasar Murah di Jember
Ratusan Warga Serbu Operasi Pasar Murah di Jember
16 April 2026
Tekun Menabung 50 Tahun, Ibu dan Anak Penjual Cilok Asal Pasuruan Berangkat Haji
Tekun Menabung 50 Tahun, Ibu dan Anak Penjual Cilok Asal Pasuruan Berangkat Haji
16 April 2026
Keluarga Korban Desak Eksekusi Dokter TNI AL Terpidana Kekerasan Seksual Anak
Keluarga Korban Desak Eksekusi Dokter TNI AL Terpidana Kekerasan Seksual Anak
16 April 2026
Polres Gresik Bongkar Penimbunan Solar Bersubsidi, Amankan 9 Ribu Liter dan Satu Pelaku
Polres Gresik Bongkar Penimbunan Solar Bersubsidi, Amankan 9 Ribu Liter dan Satu Pelaku
16 April 2026

MOST POPULAR

NASIONAL

Komitmen Menjaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Rumah Bersama Santri dan Alumni Pesantren

NASIONAL

Bantu Masyarakat Kurang Mampu, DPRKP Ngawi Bangun 215 Unit Rumah Tidak Layak Huni

HEADLINE

Seorang TKW di Ngawi Hancurkan Rumah Calon Suaminya Akibat Hubungannya Kandas

Pasca OTT KPK Bupati Tulungagung, Pemerintahan Kembali Berjalan Normal
HEADLINE

Pasca OTT KPK Bupati Tulungagung, Pemerintahan Kembali Berjalan Normal

LAINNYA

Wakil Bupati Ahmad Baharudin Resmi Ditunjuk Menjadi Plt Bupati Tulungagung

Wakil Bupati Ahmad Baharudin Resmi Ditunjuk Menjadi Plt Bupati Tulungagung

14 April 2026
Pasca OTT KPK Bupati Tulungagung, Pemerintahan Kembali Berjalan Normal

Pasca OTT KPK Bupati Tulungagung, Pemerintahan Kembali Berjalan Normal

13 April 2026

Bantu Masyarakat Kurang Mampu, DPRKP Ngawi Bangun 215 Unit Rumah Tidak Layak Huni

13 April 2026
Pemerintah Gelar Pasar Murah di Sedati Sidoarjo, Stok Pangan Dipastikan Aman hingga 14 Bulan

Pemerintah Gelar Pasar Murah di Sedati Sidoarjo, Stok Pangan Dipastikan Aman hingga 14 Bulan

9 April 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?