Sidoarjo, metrotvjatim.com : Kenaikan harga kedelai impor pascalebaran mulai menekan pelaku usaha kecil di Kabupaten Sidoarjo. Lonjakan harga ini berdampak langsung pada rantai distribusi, mulai dari agen hingga perajin tahu dan tempe rumahan.
Di Desa Sepande, Kecamatan Candi, para agen kedelai mulai menerima banyak keluhan dari pelanggan. Kedelai impor asal Amerika Serikat mengalami fluktuasi harga sejak menjelang Idulfitri, dan kembali mengalami kenaikan setelah lebaran.
Saat ini, harga kedelai impor kualitas premium berada di kisaran 10.600 rupiah per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar 10.400 hingga 10.500 rupiah per kilogram. Meski kenaikannya terlihat kecil, kondisi ini tetap berdampak signifikan bagi pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku tersebut.
Selain kenaikan harga, para agen juga menghadapi kendala distribusi. Pasokan yang biasanya datang rutin setiap pekan kini sering terlambat hingga dua hari, sehingga mengganggu kelancaran produksi.
Para perajin tahu dan tempe kini harus memutar strategi agar usaha tetap berjalan, mulai dari mengurangi produksi hingga menyesuaikan harga jual. Kondisi ini dikhawatirkan akan terus berlanjut jika harga kedelai tidak segera stabil.

