Surabya, metrotvjatim.com : Ratusan siswa TK, SD hingga SMP di Kota Surabaya mengalami mual dan muntah usai menyantap program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Sejumlah siswa bahkan harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Puluhan siswa dari SD Pancasila dan SD Negeri Tembok Dukuh 3 tampak bergantian mendapatkan perawatan setelah diduga mengalami keracunan massal.
Para siswa mengalami gejala seperti lemas, pusing, mual hingga muntah-muntah sesaat setelah menyantap makanan yang dibagikan pada pagi hari. Sebagian korban bahkan harus mendapatkan infus di rumah sakit.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Salah satu siswi SDN Tembok Dukuh 3 Surabaya, Cecilia, mengaku gejala mulai muncul saat jam istirahat sekitar pukul setengah sembilan pagi.
“Pas istirahat jam sembilan itu banyak yang muntah semua di sekolah. Beberapa anak saja yang muntah. Tapi di sekolah saya ada 80 lebih siswa yang muntah-muntah.”
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, Tiyas Pranadani, menyebut jumlah siswa yang mengalami gejala diduga keracunan mencapai hampir 200 anak. Lebih dari 100 siswa di antaranya sempat dibawa ke rumah sakit untuk penanganan.
Menurut petugas kesehatan, mayoritas korban mengalami mual dan muntah setelah menyantap makanan dari dapur penyedia MBG yang sama. Sejumlah sekolah dari tingkat TK hingga SMP dilaporkan terdampak dalam kejadian ini.
Petugas kesehatan juga telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Dugaan sementara mengarah pada menu daging yang baru pertama kali dibagikan kepada para siswa pada hari tersebut.
Meski demikian, pihak kesehatan memastikan seluruh korban dalam kondisi stabil dan sebagian besar hanya menjalani rawat jalan.

