Sumenep, metrotvjatim.com : Petugas menemukan indikasi penyakit ORF pada sejumlah hewan kurban di Kabupaten Sumenep. Hewan yang terjangkit langsung dipisahkan dan dilarang diperjualbelikan untuk sementara waktu guna menjalani karantina dan pengobatan.
Menjelang Hari Raya Iduladha, lapak dadakan penjualan hewan kurban mulai bermunculan di berbagai wilayah Sumenep, Madura. Untuk menjamin keamanan konsumen, petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat bersama dokter hewan melakukan inspeksi kesehatan secara berkala.
Petugas menyisir setiap lapak guna memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban, termasuk memastikan usia hewan melalui pemeriksaan gigi sebagai syarat sah kurban.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah kambing dan domba yang terindikasi terjangkit penyakit ORF atau ektima kontagiosum. Penyakit ini disebabkan virus Parapox dan ditandai munculnya keropeng atau lesi tebal di sekitar bibir, mulut, dan hidung hewan.
Penyakit ORF bersifat zoonosis atau dapat menular ke manusia, terutama jika infeksi dalam kondisi parah.
Hewan yang terjangkit langsung dipisahkan dari lapak penjualan dan tidak diperbolehkan dijual sampai dinyatakan sembuh setelah menjalani masa karantina dan pengobatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pihaknya menerjunkan 12 tenaga medis dan 27 paramedis untuk melakukan pemeriksaan rutin di lapak dadakan dan pasar hewan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Selain itu, pedagang yang terbukti menjual hewan sehat dan bebas penyakit diberikan sertifikat kesehatan untuk meyakinkan calon pembeli.

