Pasuruan, metrotvjatim.com : Hujan dengan intensitas tinggi selama enam jam di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menyebabkan banjir merendam empat kecamatan dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi jalur Pantura Pasuruan hingga mengganggu arus lalu lintas.
Sedikitnya 500 rumah warga terdampak banjir yang tersebar di Kecamatan Kraton, Pohjentrek, dan Beji, Kabupaten Pasuruan, serta Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Banjir terjadi sejak Selasa malam (19/05/26) hingga Rabu pagi (20/05/26) akibat meluapnya sejumlah sungai, di antaranya Sungai Welang dan Sungai Wrati.
Meski kondisi banjir mulai surut, sejumlah wilayah masih terendam air setinggi 70 sentimeter hingga satu meter. Seperti di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Salah satu warga, Komarudin, mengatakan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 22.00 WIB dan terus meningkat hingga mencapai puncaknya sekitar pukul 01.00 dini hari. Hingga kini, banjir masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian sekitar satu meter.
Sementara itu, warga Kelurahan Krapyakrejo, Latifah, mengaku harus mengirimkan makanan kepada orang tuanya yang terdampak banjir di Kelurahan Karangketug karena dapur rumah mereka tidak dapat digunakan akibat terendam air.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi jalur Pantura Pasuruan tepatnya di Jalan Raya Kraton. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan kendaraan yang melintas harus berjalan perlahan demi keselamatan.

