Jombang, Metrotvjatim.com – Suasana duka dan kecemasan mendalam masih menyelimuti keluarga besar Gondham Prakoso, anak buah kapal (ABK) Virgo Transport 8, di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Keluarga besar Gondham hingga kini masih menunggu keajaiban terkait keberadaan ABK yang menjabat sebagai Second Officer atau perwira navigasi tersebut.
Gondham Prakoso (32), yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) KMP Virgo Transport 8, menjadi salah satu korban kecelakaan kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut. Hingga kini keluarga belum mendapatkan informasi terkait kondisinya.
Menurut keluarga, sebelum kapal bertolak dan akhirnya diterjang musibah, Gondham Prakoso sempat mengunggah sebuah status di WhatsApp miliknya. Unggahan berbahasa Jawa itu seperti firasat atas bahaya badai yang mengintai di lautan.
“Lawan badainya, lawan sendiri. Seorang pilot tahu cuaca buruk memilih tidak berangkat, kok kamu hebat sekali,” tulis Gondham menggunakan bahasa jawa dalam status WhatsApp pribadinya.
Tak hanya itu, sang istri juga sempat menerima pesan singkat dari Gondham melalui WhatsApp pada detik-detik kritis saat kapal mulai oleng dan dalam kondisi darurat.

Ibunda Gondham, Eni Setia Rahayu (58), tak sanggup membendung air matanya saat mengenang momen-momen terakhir bersama anak tercintanya. Baru sepekan sebelum kejadian, Gondham sempat pulang ke Jombang untuk melepas rindu bersama ibu dan anak semata bakanya.
“Kami terus berdoa dan berharap ada keajaiban Tuhan agar Gondham bisa kembali pulang dengan selamat,” tutur Eni sembari mengusap air mata yang menetes.
Di mata keluarga, Gondham adalah sosok pekerja keras yang berdedikasi. Meski baru dua bulan bekerja di KM Virgo Transport 8, ia sudah berpengalaman di dunia pelayaran selama 5 hingga 6 tahun.
Bahkan, pria berusia 32 tahun ini telah menyiapkan rencana besar untuk melanjutkan pendidikan pelayaran demi meraih cita-citanya menjadi seorang Nakhoda. Jadwal kuliahnya sebenarnya tinggal menghitung hari, yakni pada 21 September mendatang.
“Dia mau melanjutkan kuliah. Cita citanya ingin jadi nahkoda kapal,” ucap Eni.
Sejak mendengar kapal yang ditumpangi tenggelam, pihak keluarga tak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari menghubungi pihak Basarnas, manajemen perusahaan tempat Gondham bekerja, hingga mendatangi langsung kantor pusat perusahaan di Surabaya.
Namun hingga saat ini, keberadaan Gondham masih misterius. “Tidak ada kabar sampai sekarang. Semoga ada keajaiban,” tuturnya. (Amir)

