metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

Kemenkes: Keterbatasan Tenaga Kesehatan Spesialis Mental Masih jadi Tantangan

metrotv 11 Oktober 2026
Share
3 Min Read
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ketersediaan tenaga spesialis di bidang kesehatan mental masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Jumlah dokter spesialis jiwa yang ada saat ini masih jauh dari standar aman jika dibandingkan dengan total populasi penduduk nasional.

“Jumlah tenaga kesehatan di bidang kesehatan jiwa dan disabilitas di Indonesia masih perlu pemenuhan. Sistem kita, SISDMK 1 September 2026 itu menunjukkan bahwa kita baru memiliki 1.495 psikiater. Kalau dibagi 280 juta penduduk, itu 1/180.000, padahal WHO mintanya 1/30.000,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Minggu, 11 Oktober 2026.

Endang mengungkapkan, layanan kesehatan jiwa di tingkat dasar seperti Puskesmas juga masih terbatas. Kondisi ini menuntut percepatan perluasan akses agar masyarakat di seluruh daerah dapat menjangkau fasilitas kesehatan jiwa dengan mudah.

Baca Juga:  Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi ORI

“Saat ini meskipun sudah meningkat, tapi baru 64% Puskesmas atau 6.549 yang mampu layanan jiwa, 932 sudah mulai Puskesmas ramah penyandang disabilitas, jadi ini masih baru kita mulai jadi masih cukup sedikit,” ujar Endang.

Keterbatasan fasilitas rujukan tingkat lanjutan juga terlihat pada rumah sakit umum. Selain jumlahnya yang belum mencukupi, sebaran fasilitas kesehatan jiwa masih terpusat di Pulau Jawa.

“1.450 Rumah Sakit Umum memiliki layanan jiwa, tapi 56%-nya terkonsentrasi di Pulau Jawa. RSUD kita juga baru 249 yang memiliki psikiater,” papar Endang.

Guna mengatasi hambatan tersebut, pemerintah mengutamakan pendekatan promotif dan preventif sebelum tindakan kuratif diberikan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan psikologis masyarakat sejak dini.

Baca Juga:  Oplos Elpiji, Rumah Kosong di Sidoarjo Digrebek Polisi

“Menjawab tantangan tersebut, Kemenkes melakukan penguatan terutama pada promotif dan preventif, tentunya juga terus mengupayakan kuratif dan rehabilitatif. Salah satunya saat ini kita sudah melakukan orientasi pertolongan pertama pada luka psikologis di 38 provinsi dan sudah menjangkau 851.486 organisasi kita dan 8.073 sekolah,” jelas Endang.

Selain itu, Kemenkes mengintegrasikan skrining kesehatan mental dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat luas, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan nifas.

“Kita juga sedang memasukkan skrining kesehatan jiwa pada CKG dan pada pelayanan ibu hamil dan ibu nifas. Dan kita sudah men-skrining 71,8 juta penduduk dengan hasil 1,2% dugaan gejala depresi serta 0,9% gejala kecemasan,” tutur Endang.

Baca Juga:  Kejari Surabaya Terima Pelimpahan Tiga Tersangka Pengusiran dan Pengerusakan Rumah Nenek Elina

Kemenkes turut meluncurkan empat seri buku saku skrining kesehatan jiwa sebagai rujukan praktis tenaga medis di lapangan. Langkah ini dirancang untuk mengatasi keraguan nakes saat menemukan indikasi masalah kejiwaan pada pasien.

“Kami laporkan setelah CKG kita ketemu banyak masalah kesehatan jiwa tapi tenaga kesehatannya masih apa, masih gamang, kalau sudah ketemu harus bagaimana. Jadi kita buatkan ada empat buku dari Direktorat Kesehatan Kelompok Rentan menyiapkan bersama teman-teman semuanya di sini, para ahli tentunya dari berbagai organisasi profesi terlibat,” kata Endang. (Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

SHARE NOW
TAGGED: Kemenkes, Nakes Jiwa
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Fraksi NasDem-PSI Minta Ranperda RTH Kota Malang Lindungi Lahan Eksisting dan Pohon ‘Heritage’
11 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,592 Juta/Gram, Buyback Rp2,401 Juta
11 Oktober 2026
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Mesir El-Sisi di Istana Negara
11 Oktober 2026
Disambut Pedang Pora, Kapolda Jatim: Fokus Pemberantasan Narkoba dan Obat Keras Daftar G
11 Oktober 2026
Danrem 082/ CPYJ Motivasi Prajurit Yonif 500/ Sikatan yang Akan Tugas di Papua
10 Oktober 2026

MOST POPULAR

HEADLINE

WN Jepang Overstay Dideportasi, Terungkap saat Perpanjang Izin

HEADLINE

Polres Malang Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih Disejumlah Titik Wilayah Kekeringan

HEADLINE

Hari Kesehatan Dunia, IJTI Malang Raya Gandeng Pemkot Malang gelar Pound With View Vol.2

HEADLINE

Santri Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pasuruan Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim

LAINNYA

Presiden Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Mesir El-Sisi di Istana Negara

11 Oktober 2026

Disambut Pedang Pora, Kapolda Jatim: Fokus Pemberantasan Narkoba dan Obat Keras Daftar G

11 Oktober 2026

Seorang Ibu Lompat dari Lantai 3 Demi Selamatkan Anak dari Kebakaran

10 Oktober 2026

Hari Kesehatan Dunia, IJTI Malang Raya Gandeng Pemkot Malang gelar Pound With View Vol.2

10 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?