Sidoarjo, Metrotvjatim.com- Sebanyak 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi beroperasi secara serentak di seluruh Indonesia pada Kamis (15/10). Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), meninjau langsung kesiapan dan operasional salah satu unitnya, yakni KDMP Desa Tambakrejo Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.
Pengoperasian massal ini merupakan langkah strategis pemerintah bersama kementerian, lembaga, dan BUMN untuk memangkas rantai distribusi serta memperkuat perekonomian berbasis desa. Ikut serta dalam rombongan Zulhas adalah Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Dirut Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dan Kepala Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
”Ini sesuatu yang baru kita mulai. Tidak akan langsung sempurna, tapi arahnya jelas. Tujuannya ekonomi tumbuh dari desa, pelayanan lebih cepat, dan rantai distribusi dipangkas,” ujar Zulhas di sela-sela peninjauannya di Sidoarjo, Kamis.
Menurut Zulhas, kehadiran KDMP difungsikan untuk menyediakan berbagai kebutuhan mendasar masyarakat desa. Mulai dari pasokan pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bahan pokok harian. Untuk penebusan pupuk bersubsidi, masyarakat kini cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di koperasi setempat. Selain itu, KDMP bertindak sebagai pembeli awal (off-taker) produk pertanian lokal guna melindungi petani dari anjloknya harga pasar.
”Kalau harga di luar jatuh, misalnya harga padi turun ke Rp5.000–Rp6.000 per kilogram, koperasi wajib membeli sesuai harga patokan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Nanti Bulog yang akan mengambil alih hasil panen tersebut dari koperasi,” jelas Zulhas.
KDMP juga mengintegrasikan layanan keuangan formal ke pelosok desa melalui kemitraan agen perbankan BNI dan BRI. Melalui fasilitas ini, warga dapat melakukan transaksi setor-tarik tunai, pembayaran tagihan listrik, hingga transfer uang tanpa perlu berpergian jauh ke kantor cabang bank.
Di sektor pembiayaan, koperasi ini dirancang untuk mempermudah akses modal bagi pelaku UMKM desa. Pemerintah menargetkan penurunan suku bunga pinjaman modal usaha dari rentang 22–24 persen menjadi sekitar 8 persen melalui skema pembiayaan khusus.
Efisiensi rantai pasok melalui KDMP, kata Zulhas, turut ditargetkan mampu menekan harga komoditas masyarakat. Salah satunya adalah LPG 3 kilogram yang diproyeksikan dijual seharga Rp18.000 per tabung di koperasi, lebih rendah dibandingkan harga pasaran luar yang mencapai Rp22.000–Rp23.000.
Dalam jangka panjang, unit-unit KDMP akan terhubung secara daring (online) untuk membentuk jaringan pemasaran antar-koperasi secara nasional. Dengan sistem ini, produk unggulan suatu desa dapat dipasarkan secara langsung ke daerah lain di seluruh Indonesia.
Zulhas menyampaikan bahwa pengoperasian KDMP dilakukan secara bertahap. Tahap awal adalah 10.070 unit mulai beroperasi serentak per 15 Oktober 2026. Target mingguan adalah penambahan 10 ribu unit baru dalam delapan hari ke depan. Sementara target bulan Ini adalah penyerapan mencapai 35.000 unit koperasi beroperasi.Target totalnya secara bertahap mencapai 80 ribu unit hingga tahun depan
”Ada yang sudah bagus, ada yang belum. Mohon dimaklumi, prosesnya bertahap,” pungkas Zulhas. (HS)

