metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
EKONOMI

El Nino Hantam Pembudidaya Koi di Blitar, Hasil Panen Anjlok 40 Persen

metrotv 22 Oktober 2026
Share
3 Min Read
Pembudidaya ikan koi di Kabupaten Blitar mengecek kondisi ikan peliharaannya. (Foto Fajar Agastya)

Kabupaten Blitar, Metrotvjatim.com – Dampak fenomena El Nino yang mengakibatkan panjangnya musim kemarau kali ini, mulai dirasakan pembudidaya ikan koi di Kabupaten Blitar. Keterbatasan air membuat aktivitas budidaya terganggu, mulai dari perawatan kolam hingga proses panen. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko serangan penyakit yang berujung pada penurunan hasil panen.

Seperti yang diungkapkan Hendi, warga Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Ia menuturkan kekurangan air menjadi persoalan utama yang dihadapi pembudidaya koi. Selain kesulitan mendapatkan pasokan air, pembudidaya juga harus menyesuaikan waktu panen dengan kondisi cuaca.

Baca Juga:  Dari Betek, Roda Ekonomi Desa Berputar Lewat Bengkel Las

Menurutnya, perubahan kondisi air akibat keterbatasan pasokan membuat ikan lebih rentan terserang penyakit, terutama jamur. Dampaknya, hasil panen ikan koi mengalami penurunan hingga sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal.

“Dampak El Nino sangat parah untuk budidaya ikan koi. Pertama, air susah. Kemudian, panen juga harus menunggu cuaca yang tepat. Ikan juga rentan terkena penyakit karena air sudah berganti dan jumlahnya kurang. Penyakit utamanya jamur,” ujar Hendi.

Ia menyebut kondisi saat ini berbeda jauh dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Jika dahulu pembudidaya masih bisa melakukan panen secara rutin, kini mereka harus menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi produktivitas ikan.

Baca Juga:  Karapan Sapi Brujul Dandim Cup 2024 Awali Musim Tanam di Probolinggo

“Penurunan panen sekitar 40 persen. Tahun lalu kita masih bisa panen rutin. Bahkan, sekitar tiga tahun lalu tidak ada penyakit seperti ini,” ungkapnya.

Hendi menggambarkan, kondisi tersebut membuat proses budidaya tidak lagi berjalan mudah. Keterbatasan air dan munculnya penyakit menjadi tantangan yang harus dihadapi pembudidaya sejak perawatan hingga menjelang panen.

Ia bahkan mengibaratkan ikan yang dipanen saat ini sudah lebih dahulu mengalami tekanan akibat kondisi lingkungan yang tidak mendukung.

“Sekarang kita panen ikannya sudah trauma duluan,” katanya.

Baca Juga:  Target Swasembada Gula Terus di Kebut, Petani Makin Sejahtera

Lebih jauh, Hendi menilai persoalan kekurangan air tidak hanya dialami oleh satu atau dua pembudidaya. Di sejumlah wilayah Blitar, kondisi tersebut turut berdampak pada keberlangsungan usaha budidaya ikan koi.

“Sekarang secara keseluruhan di Blitar ini banyak kolam terbengkalai karena kekurangan air,” pungkasnya.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pembudidaya ikan koi untuk mempertahankan produktivitas di tengah keterbatasan air. Jika kondisi tersebut berlanjut, keberlangsungan usaha budidaya berpotensi semakin tertekan, terutama bagi pembudidaya yang bergantung pada ketersediaan air untuk menjaga kualitas kolam dan kesehatan ikan. (Aga)

SHARE NOW
TAGGED: Budidaya Ikan, Ikan Koi, Kabupaten Blitar
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Polres Pasuruan Bongkar Praktek LPG Oplosan, 8 Tersangka Ditangkap
22 Oktober 2026
Peringati Hari Santri, MAN 1 Kota Malang Bagikan Sembako dan Makanan Ringan di SPBU
22 Oktober 2026
Ledakan Pengujian Pipa Gas, Warga Putat Gresik Panik Keluar Rumah
22 Oktober 2026
Dugaan Carok Penjual Es Degan Melawan ODGJ, Satu Tewas di Lokasi
22 Oktober 2026
Mengaku Orang Dekat Pejabat, Penipu Calon Taruna Poltek Perkeretaapian Indonesia Ditangkap
22 Oktober 2026

MOST POPULAR

HEADLINE

Polres Blitar Kota Temukan Dugaan Penimbunan Pertalite di SPBU Kebonrojo

HEADLINE

Kapolres Malang Cek Pelayanan Pagi, Pastikan Polisi Hadir di Jalan

INOVASI

Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo jadi Lokus Verifikasi Adipura 2026

HUKUM

Polres Malang Ringkus 4 Pelaku Pencurian Labtop di SDN Mangliawan

LAINNYA

Harga Minyak Naik Seiring Ketegangan di Timur Tengah Berlanjut

22 Oktober 2026

Rupiah Kembali ke Level Rp18.022/USD

21 Oktober 2026

Harga Naik Serentak, Cabai Rawit Rp150 Ribu/Kg, Telur Ayam Rp29.500/Kg

21 Oktober 2026

IHSG Dibuka ke Level 4.980 Selasa Pagi

20 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?