BMKG: 20 Oktober 2026 12 Kota Berpotensi Hujan, Waspada Siklon Tropis Champi
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kondisi ini terjadi di tengah aktivitas Siklon Tropis Champi di timur Filipina yang ikut mempengaruhi kondisi perairan Indonesia.
Prakirawan BMKG Yuyun menjelaskan Siklon Tropis Champi diprakirakan berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur Filipina . Siklon tersebut memiliki tekanan pusat 935 hPa dengan kecepatan angin maksimum di dekat pusat mencapai sekitar 50 meter per detik atau 100 knot.
“Siklon tropis ini memberi dampak tidak langsung di wilayah Indonesia berupa gelombang laut tinggi dengan kategori sedang,” ujar Yuyun dalam akun YouTube Info BMKG, Senin, 19 Oktober 2026.
Dampak gelombang laut tersebut berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, serta Samudra Pasifik utara Papua.
Selain Siklon Tropis Champi, BMKG menyatukan sirkulasi siklonik di Laut Andaman, perairan utara Kalimantan Barat, dan Laut Cina Selatan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah siklon tropis dan sirkulasi siklonik.
Prakiraan Hujan di Sejumlah Kota
BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di 12 kota, yakni Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.
Sementara itu, sejumlah kota lainnya diprakirakan mengalami cuaca berawan cerah hingga berawan tebal. Wilayah tersebut meliputi Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.
Yuyun juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi udara kabur di sejumlah wilayah. Kondisi ini berpotensi terjadi di Tanjungpinang, Jambi, Palembang, Pangkalpinang, Yogyakarta, Mataram, Kupang, Palu, Gorontalo, Manado, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke.
Adapun potensi asap atau kabut yang diprakirakan terjadi di Bandar Lampung, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Di wilayah Maluku dan Papua, Ternate diprakirakan mengalami cuaca berawan.
Waspadai Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
BMKG juga mengingatkan nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di seluruh perairan Indonesia.
Potensi gelombang tinggi tersebut meliputi Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
“Masyarakat pengguna transportasi laut diimbau mewaspadai potensi gelombang tinggi dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca,” demikian imbauan dalam prakiraan BMKG.
Masyarakat pesisir juga diminta mewaspadai potensi banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, dan pesisir Kalimantan Tengah. Warga di wilayah tersebut diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut.
Waspadai Awan Cumulonimbus dan Karhutla
Bagi pengguna transportasi udara, BMKG mengingatkan potensi awan cumulonimbus yang dapat mengganggu penerbangan. Awan tersebut berpotensi tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, serta sejumlah wilayah Papua.
Yuyun mengimbau penumpang untuk mengikuti informasi terkini dari bandara dan maskapai penerbangan guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.
Di sisi lain, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai potensi cuaca kering yang masih mendominasi sejumlah wilayah. Meski demikian, hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal.
Masyarakat juga diminta mengantisipasi risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca.
“Pantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan dampaknya,” imbau Yuyun.

