Manado, Metrotvjatim.com- Kegempaan vulkanik dangkal Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, naik signifikan mencapai 111 kali. Pada kondisi normal, kegempaan vulkanik Gunung Lokon diperkirakan 10-20 kali.
“Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Lokon sudah dimulai sejak tanggal 20 Agustus dan kemarin tanggal 27 Agustus kegempaan naik signifikan,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Armando Menguleh, dilansir dari Antara, Jumat, 28 Agustus 2026.
Gempa-gempa vulkanik dangkal yang terekam tersebut mengindikasikan adanya aktivitas suplai magma dalam ke permukaan meski tidak terlalu besar. “Peningkatan kegempaan tersebut sudah kami sampaikan ke pemerintah kota melalui Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Dengan kondisi kegempaan yang meningkat signifikan tersebut, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta tidak melakukan aktivitas pendakian menuju kawah maupun puncak Gunung Lokon.
“Potensi meletus bisa saja terjadi,” ujar Armando.
Armando berharap rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipatuhi masyarakat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Rekomendasi yang harus dipatuhi saat status Gunung Lokon Level II (Waspada) antara lain masyarakat dan wisatawan tidak mendekati dan melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan-Gunung Lokon.
Sebelumnya Badan Geologi Kementerian ESDM menurunkan tingkat aktivitas Gunung Lokon dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) tanggal 31 Januari 2025 pukul 06:00 WITA. Letusan terakhir Gunung Lokon terjadi pada Agustus 2015.

