Pasuruan, metrotvjatim.com. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan upaya agar menekan naiknya harga bahan kebutuhan pokok dengan menggelar pasar murah di sejumlah titik, salah satunya di Kantor Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan.
Kegiatan pasar murah ke-enam yang digelar sejak awal tahun 2026 ini menyediakan sejumlah bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga yang cukup murah dari harga di pasaran dan diserbu oleh masyarakat.
Dalam pasar murah ini, Pemprov Jatim menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga subsidi. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp22.000 per pack.
Selain itu di pasar murah ini juga dijual komoditas lainnya seperti tepung terigu yang dijual dengan harga Rp. 10.000 per kilogram, bawang putih Rp.6.000 per 250 gram, bawang merah Rp.7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack, yang disiapkan dengan stok mencukupi agar manfaat pasar murah benar-benar dirasakan warga.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah ini menjadi salah satu intervensi Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga, terutama di fase awal tahun yang kerap diwarnai fluktuasi harga bahan pangan.
Khofifah menegaskan, awal tahun merupakan periode krusial bagi pengendalian inflasi. Tanpa intervensi yang tepat, lonjakan harga dapat dengan cepat menggerus daya beli masyarakat.
“Awal tahun ini kita langsung bergerak. Pasar murah adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, agar masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya.
“Pasar murah terbukti efektif sebagai alat pengendalian inflasi karena mampu menghadirkan harga pembanding di bawah pasar. Pemerintah berperan sebagai penyangga saat mekanisme pasar berpotensi menekan masyarakat. Kita tempatkan pasar murah ini di titik-titik yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional, supaya tidak mengganggu ekosistem pasar yang sudah ada,” imbuhnya.
Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk saling melengkapi. Koordinasi lintas daerah menjadi kunci agar stabilisasi harga berjalan merata agar masyarakat bisa mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
Untuk masalah ketersediaan, Khofifah memastikan stok pangan Jawa Timur berada dalam kondisi aman.
“Sembako kita insyaallah sangat cukup. Yang kita jaga adalah keterjangkauan harganya, supaya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik,” pungkasnya.***

