Sorong: Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Sorong berimbas pada munculnya kabut asap di kawasan perairan laut Sorong. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang terganggu sehingga membahayakan keselamatan nelayan dan warga yang beraktivitas di laut.
Guna mengantisipasi risiko kecelakaan di laut, Kantor SAR Sorong mengimbau para pengguna transportasi laut serta nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Nelayan diminta untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan kualitas udara di laut sebelum memutuskan berangkat mencari nafkah.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Sorong, Hidayat, menyampaikan bahwa aspek navigasi wajib menjadi prioritas utama saat perairan masih tertutup secepatnya.
Hidayat mengingatkan para nelayan agar tidak bermimpi abai atau terlalu percaya diri hanya karena sudah terbiasa melaut di perairan tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca di laut saat tertutup asap dapat berubah sewaktu-waktu di luar perkiraan.
Bagi nelayan atau yang mencari nafkah di perairan atau di laut, mohon dapat bernavigasi dengan hati-hati. Sebab, jangan beranggapan bahwa sudah terbiasa dengan keadaan itu, karena tidak menutup kemungkinan bisa terjadi cuaca atau kondisi yang di luar dugaan, tegas Hidayat dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pihak SAR menegaskan bahwa kepatuhan terhadap prosedur navigasi dan kehati-hatian merupakan kunci utama untuk mencegah terjadinya musibah di perairan selama fenomena kabut terjadi.

