Tulungagung, metrotvjatim.com : Suasana halaman SLB-B Negeri Tulungagung, Jawa Timur, yang biasanya tenang, mendadak ramai. Alunan gamelan tradisional Jawa menggema, mengiringi penampilan para siswa tunarungu dalam perayaan dies natalis sekolah.
Dalam acara tersebut, siswa-siswi SLB-B Negeri Tulungagung sukses memukau wali murid dan tamu undangan lewat pertunjukan tari. Gerakan yang ditampilkan terlihat kompak, energik, dan rapi, layaknya penari pada umumnya.
Penampilan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan pendengaran bukanlah penghalang untuk berkarya di atas panggung. Dengan latihan dan metode pembelajaran yang tepat, para siswa mampu menunjukkan rasa percaya diri serta kekompakan tim.

Pelatih tari SLB-B Negeri Tulungagung, Ammy Aulia Renata, mengungkapkan bahwa dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan penampilan tersebut. Ia mengaku bangga dengan kemampuan komunikasi para siswa yang dinilai sangat efektif, meskipun dirinya belum sepenuhnya menguasai bahasa isyarat.
Dalam pementasan kali ini, para siswa menampilkan empat tarian, yakni Tari Gugur Gunung, Tari Gambyong, Reog Kendang, serta Tari Jaranan. Khusus untuk Tari Jaranan, Renata menciptakan karya dengan sentuhan berbeda yang diberi nama Turangga Karnaseta, yang berarti pendengaran yang suci.
Menurut Renata, perbedaan utama karya tersebut terletak pada durasi tarian yang dibuat lebih singkat, yakni sekitar empat setengah menit. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan tingkat konsentrasi siswa tunarungu. Selain itu, ia juga menerapkan segmentasi gerak guna memudahkan siswa mengingat materi tari.
Dalam proses latihan, Renata selalu mempertimbangkan kondisi fisik serta daya tangkap siswa. Terlebih, pertunjukan ini menjadi pengalaman pertama bagi para siswa menggunakan properti tari seperti jaran kepang dan pecut.
Penampilan para siswa SLB-B Negeri Tulungagung ini pun mendapat apresiasi dari para hadirin, yang tak henti memberikan tepuk tangan atas semangat dan dedikasi yang ditunjukkan di atas panggung.

