Blitar, metrotvjatim.com : Di tengah maraknya jajanan modern dan kue kekinian, usaha kue kering jadul milik Sulistyorini, warga Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur, masih tetap bertahan. Meski omzet tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, pesanan menjelang Hari Raya Idulfitri masih terus berdatangan.
Di rumahnya yang juga dijadikan tempat produksi, Sulistyorini masih membuat berbagai kue kering jadul dengan resep turun-temurun. Aroma khas kue rumahan pun langsung tercium saat memasuki rumah produksi miliknya.
Menurut Sulistyorini, perubahan selera pasar dan banyaknya pilihan camilan kekinian cukup memengaruhi penjualan. Meski begitu, ia masih memiliki pelanggan setia yang tetap memilih kue buatannya karena cita rasanya yang khas dan konsisten.
Beragam kue kering klasik diproduksi setiap hari, seperti kue mawar, lidah kucing, serta aneka kue tradisional lainnya yang identik dengan sajian Lebaran. Proses pembuatannya pun masih dilakukan secara manual untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur.
Untuk harga, kue kering tersebut dijual mulai dari 30 ribu hingga 75 ribu rupiah per bungkus dengan kemasan 450 gram, tergantung jenis kue.
Pesanan tidak hanya datang dari wilayah Kota Blitar, tetapi juga dari sejumlah daerah di sekitarnya.
Menjelang Lebaran, produksi biasanya meningkat dibanding hari biasa. Meski tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, Sulistyorini tetap optimistis usaha yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun ini akan terus bertahan di tengah persaingan pasar.
Baginya, menjaga kualitas dan rasa khas menjadi kunci agar kue kering jadul tetap memiliki tempat di hati para pelanggan.

