Lamongan, metrotvjatim.com : Perajin tenun ikat di Lamongan menuai berkah selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini. Para perajin mengaku omzet penjualan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Salah satu yang merasakan peningkatan pesanan adalah Miftahul Khoiri, pemilik usaha kerajinan tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Sejak awal Ramadan, pesanan terus berdatangan hingga menjelang Lebaran.
Para pembeli tidak hanya berasal dari Lamongan, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak pelanggan memesan produk melalui pasar daring, sementara sebagian lainnya datang langsung ke lokasi industri rumahan untuk membeli kain tenun ikat maupun pakaian yang sudah jadi.
Salah satu pembeli, Ahmad Nur Latif, mengaku sengaja membeli kain tenun ikat khas Lamongan untuk digunakan saat Lebaran. Ia memilih membeli di tempat tersebut karena kualitas kain yang dinilai bagus dengan harga yang cukup terjangkau.
Menurut Miftahul Khoiri, selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, omzet penjualan meningkat tajam hingga dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pesanan sarung songket bahkan meningkat hingga 15 kodi per bulan, padahal biasanya hanya sekitar 6 kodi.
Sementara itu, penjualan kain tenun ikat khas Lamongan juga meningkat sekitar 25 persen. Jika biasanya hanya terjual sekitar 900 potong, kini meningkat hingga sekitar 1.200 potong.
Untuk harga sarung songket dijual mulai dari Rp500 ribu hingga Rp3 juta per potong, tergantung tingkat kesulitan pembuatan serta bahan yang digunakan. Sedangkan pakaian berbahan tenun ikat khas Lamongan dijual dengan harga mulai dari Rp175 ribu hingga Rp850 ribu per potong.
Peningkatan pesanan ini menjadi berkah tersendiri bagi para perajin tenun ikat di Lamongan menjelang Hari Raya Idulfitri.

