Nganjuk, metrotvjatim.com : Sosok Gatotkaca muncul di ruas Tol Nganjuk–Ngawi. Bukan untuk pentas wayang, melainkan menyosialisasikan larangan penggunaan lajur kanan bagi bus dan truk.
Aksi itu digelar jajaran PJR Polda Jatim dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026, Kamis, (12/2/2026). Seorang anggota PJR didandani menyerupai Gatotkaca lengkap dengan kostum dan riasan khas ksatria Mahabarata.
Bersama petugas PJR dan Jasa Marga, Gatotkaca bertugas menghentikan sementara bus dan truk yang melaju di lajur kanan. Para sopir kemudian diberi imbauan agar menggunakan lajur kiri dan hanya memakai lajur kanan untuk mendahului.
“Kami mengimbau kepada pengguna jalan tol, terutama bus dan truk, agar tidak menggunakan lajur kanan. Lajur kanan hanya untuk mendahului, jadi gunakan lajur kiri,” tegas Kanit PJR Jatim 6, AKP Matheus Jaka.
Menurut Jaka, bus dan truk umumnya melaju dengan kecepatan stabil sehingga tidak bisa bergerak secepat kendaraan pribadi. Jika terus berada di lajur kanan, kondisi itu berpotensi memicu perlambatan arus hingga kemacetan bahkan kecelakaan lalulintas.
Sementara, kehadiran Gatotkaca merupakan strategi kreatif agar pesan keselamatan lebih mudah diterima para pengemudi.
“Gatotkaca adalah simbol ksatria yang kuat dan perkasa. Harapan kami, para driver menjaga stamina seperti Gatotkaca yang kuat, tidak mudah mengantuk,” ujarnya.
Berdasarkan data petugas, sepanjang 2025 terdapat 378 kecelakaan yang melibatkan bus dan truk di Tol Nganjuk–Ngawi. Dari data itu, sebanyak 221 di antaranya merupakan tabrak belakang, dengan 20 korban meninggal dunia.
“Kami berharap pendekatan humanis dan kreatif ini mampu menekan pelanggaran penggunaan lajur kanan sekaligus meningkatkan disiplin dan keselamatan pengemudi di jalan tol,” pungkas Jaka.

