Jombang, metrotvjatim.com : Puluhan santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami dugaan keracunan massal usai mengikuti kegiatan buka puasa bersama. Bahkan beberapa santri sempat pingsan dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Para santri yang mengalami keracunan merupakan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, yang berada di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Mereka mulai merasakan gejala mual, muntah, dan lemas setelah menyantap hidangan berbuka puasa bersama.
Jumlah santri yang mengalami gejala cukup banyak, sehingga suasana pondok pesantren sempat panik. Belasan mobil ambulans didatangkan untuk mengevakuasi para korban menuju RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung.
Salah satu santri mengaku, gejala keracunan muncul tidak lama setelah mereka menyantap menu berbuka puasa berupa nasi rawon dengan lauk telur asin. Tak berselang lama, sejumlah santri mengalami mual, muntah, hingga ada yang tidak sadarkan diri.
Sementara itu, pengasuh pondok pesantren menyebutkan, dari sekitar 80 santri yang mengikuti buka puasa bersama, sebanyak 40 santri mengalami gejala dugaan keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan setempat mengatakan, sebagian santri yang dirawat kini mulai membaik. Berdasarkan data dari rumah sakit, sebagian santri sudah diperbolehkan pulang, sementara sebagian lainnya masih menjalani perawatan.
Petugas kesehatan juga telah mengambil sejumlah sampel untuk diuji di laboratorium, di antaranya sisa makanan nasi rawon, telur asin, serta sampel muntahan para korban yang diduga mengalami keracunan makanan.

