Surabaya, Metrotvjatim.com- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, menunjuk Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto Eko Purwono sebagai Kapolda Jawa Timur. Perwira tinggi Polri asal Bojonegoro itu menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto yang dimutasi ke Widyaiswara Kepolisian Utama TK. I Sespim Lemdiklat Polri.
Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tanggal 2 Oktober 2026.
Irjen Dekananto Eko Purwono adalah alumnus Akademi Kepolisian 1994. Kariernya dikenal mentereng dan penuh inovasi, khususnya di bidang Intelijen dan Keamanan.
Kepemimpinannya mulai dikenal luas saat Dekananto menjabat Kapolres Tabanan 2012 dengan pangkat AKBP, dan selanjutnya dipromosikan sebagai Kasubdit Kehidupan Bernegara Baintelkam Polri 2018.
Usai memperkuat perannya di bidang sosial budaya dan intelijen, Dekananto Eko Purwono dipercaya memimoin Ditintelkam Polda Jatim 2022-2024. Di Jawa Timur, namanya semakin dikenal publik karena aktif menjadi pelopor pembongkaran dan alih fungsi 686 tugu perguruan silat di Jawa Timur menjadi Tugu Pancasila.
Langkah ini diambil untuk meredam konflik antar perguruan silat dan mendapat dukungan penuh dari Bakesbangpol Jatim.
Sukses di Jawa Timur, Dekananto Dekananto mendapat promosi dan digeser ke ibu kota untuk memimpin Ditintelkam Polda Metro Jaya Agustus 2024, menggantikan Kombes Pol. Dedy Kusuma Bakti.
Karirnya semakin terang setelah kembali mendapat promosi sebagai Dirpolitik Baintelkam Polri Mei 2025, dan dilanjutkan menjabat Wakapolda Metro Jaya dengan pangkat Brigjen Polisi.
Sebagai Wakapolda Metro Jaya, Irjen Dekananto dikenal aktif turun ke lapangan. Pada Maret 2026 ia memimpin pembukaan “Night Run” dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2026. Dalam sambutannya ia menyebut kegiatan olahraga ini sebagai ruang positif untuk menyalurkan energi generasi muda di bulan Ramadan.
Ia juga kerap menyuarakan sinergi Polri dengan komunitas, termasuk ojek online. Dalam berbagai kesempatan ia menyebut ojol sebagai “mitra strategis” kamtibmas dan mendukung program reward bagi ojol yang proaktif melapor potensi kejahatan. (Dosi)

