Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Mineral Bahlil Lahadalia melaporkan capaian kinerja sektor energi. Mulai dari realisasi lifting minyak yang sesuai target APBN hingga percepatan elektrifikasi desa yang belum dialiri listrik, kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026. “Menteri ESDM melaporkan kinerja pencapaian target lifting minyak yang sesuai dengan target APBN, yakni sebesar 600 ribu barel per hari,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dikutip dari Antara, Rabu, 7 Januari 2026.
Politikus Partai Gerindra itu menyampaikan, Bahlil juga memaparkan rencana peningkatan lifting minyak pada 2026 melalui sejumlah strategi. Termasuk eksplorasi dan penemuan sekitar 75 blok minyak baru yang direncanakan untuk dilelang mulai bulan depan guna mempercepat penambahan produksi minyak nasional.
Dalam kesempatan itu, Bahlil turut melaporkan pengaliran listrik di 1.400 desa selama 2025. Namun demikian, masih ada sekitar 5.700 desa yang belum dialiri listrik.
Presiden meminta percepatan agar seluruh desa yang tersisa dapat segera dialiri listrik. “Bapak Presiden meminta percepatan agar seluruh 5.700 desa tersebut dapat dialiri listrik sesegera mungkin,” ungkap Prasetyo.
Presiden Prabowo mengumpulkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk melaksanakan retret di kediaman pribadinya, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa siang. Retret tersebut berlangsung sekitar delapan jam, dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.
Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menjelaskan alasan penyelenggaraan retret kedua di Hambalang sebagai bagian dari upaya konsolidasi dan penajaman arah kebijakan pemerintah di awal tahun 2026. Kepala Negara menyatakan bahwa pertemuan tersebut dirancang untuk memberikan pembekalan sekaligus refleksi bersama atas perjalanan pemerintahan.
“Pertimbangan saya kumpulkan adalah pertama untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu, selanjutnya kita memahami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia,” kata Prabowo.

