Gresik, metrotvjatim.com – Seorang perempuan berinisial BPS, 34, warga Manyar, Gresik, diduga menjadi korban pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh penagih pinjaman online ilegal.
Kasus ini bermula pada Selasa, 22 Oktober 2026 sekitar pukul 08.10 WIB. Korban menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengaku terkait tagihan pinjaman online. Korban kemudian diminta membayar Rp1,6 juta.
Jika tidak membayar, pelaku mengancam akan menyebarkan data pribadi dan foto tak senonoh hasil editan pelaku. Karena takut, korban kemudian mentransfer uang ke rekening yang diberikan pelaku. Setelah pembayaran, aplikasi pinjaman tersebut menyatakan tagihan telah lunas.
Namun, tak lama kemudian korban kembali menerima pesan dari nomor yang berbeda. Kali ini, korban diminta membayar Rp2,9 juta dengan ancaman serupa. Pelaku juga mengancam akan menyebarkan data pribadi korban melalui media sosial, termasuk grup Facebook di Gresik. Korban akhirnya kembali mentransfer sejumlah uang.
Setelah itu, korban menyadari dirinya merasa tidak pernah mengajukan pinjaman pada aplikasi yang disebut pelaku. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Manyar dengan didampingi suaminya.
Saat membuat laporan, di hadapan petugas SPKT korban menangis dan mengaku telah ditipu dan diancam. Menurut korban, uang yang telah diberikan kepada pelaku seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membenarkan adanya laporan tersebut. Saat bersamaan, Ramadhan sedang melakukan pengecekan pelayanan di Polsek Manyar dan melihat korban sedang menangis di hadapan polisi.
“Saat melakukan kunjungan pelayanan di Polsek Manyar, kita melihat korban menangis saat membuat laporan. Kita arahkan langsung ke Polres Gresik dengan dibantu anggota,” kata Ramadhan, Rabu, di Mapolres Gresik, 7 Oktober 2026.
Ramadhan mengatakan, kasus tersebut kini sedang ditangani Satreskrim Polres Gresik, polisi akan segera menangkap para pelaku.
“Ya InsyaAllah kami akan melaksanakan penyelidikan, mudah mudahan segera bisa kami ungkap secepat mungkin, agar tidak terjadi korban lain di wilayah Gresik,” pungkasnya. ( Huda)

