metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HUKUM

Sidang Investasi Bodong Rp3,4 Miliar Hadirkan Saksi Korban Pasutri

Redaksi 6 Februari 2025
Share
4 Min Read

Surabaya, metrotvjatim.com : Sidang kasus investasi bodong senilai Rp3,4 miliar dengan tergugat 1 Robiyatun dan tergugat 2 Edo Adrian Wijaya kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (5/2). Sidang menghadirkan pasangan suami istri yang merupakan korban dan tinggal satu perumahan dengan tergugat 1.

Dua saksi yang dihadirkan adalah pasutri Umi Farida,48, dan Gohar Ali. Gohar Ali adalah WNA kelahiran Rawalpindi Pakistan. Mereka warga Perumahan Pongangan Indah (PPI) Gresik Jawa Timur. Ternyata mereka satu komplek perumahan dengan tergugat 1 Robiyatun maupun korban lainnya Nur Laila.

Dalam sidang yang digelar di Ruang Tirta 1 ini kedua saksi dicecar pertanyaan Ketua Majelis Hakim Wiyanto. Mereka mengaku sudah melakukan investasi secara bertahap pada Februari hingga April 2024 lalu dengan total nilai mencapai Rp600 juta.

“Kami diiming-imingi mendapat fee dalam kurun 15 hari, per Rp20 juta mendapatkan Rp1 juta,” kata Umi Farida.

Selama investasi lebih dua bulan tersebut, Farida dan suaminya mengaku mendapatkan fee total Rp80 juta. Namun persoalan muncul karena per Mei mulai tidak keluar fee-nya.

Baca Juga:  Sabu Seberat 49,56 Gram Diamankan dari 2 Pria di Turen.

Dalam investasi itu, Umi Farida percaya pada Nur Laila yang merupakan upline-nya. Nur Laila juga merupakan korban, dan uangnya lebih dari Rp630 juta masuk ke investasi bodong itu.

“Saya percaya 100 persen ke Bu Nurlaila, dan katanya investasi itu untuk bisnis kapal atau kontainer,” kata Umi Farida.

Setelah fee macet, Umi Farida bersama Nur Laila mencari Robiyatun di tempatnya bekerja di kantor PT Millennium Transport. Saat itu mereka ketemu Robiyatun, termasuk Direktur Utama PT Millennium Transport Edo Adrian Wijaya. Edo kemudian menjadi tergugat 2 dalam kasus ini.

“Dalam pertemuan itu Robiyatun mengaku khilaf, dan berjanji bertanggung jawab dengan mencicil Rp500 ribu setiap bulan,” kata Umi Farida.

Tapi janji itu tidak ditepati. Umi Farida bersama Nur Laila kemudian melakukan pertemuan kedua dengan Robiyatun di rumah Nur Laila. Saat itu Robiyatun berjanji mengembalikan uang Rp500 juta. Namun lagi-lagi itu adalah bohong, dan mereka tidak bertemu lagi hingga saat ini.

Baca Juga:  KKB Tembak Pesawat di Bandara Aminggaru Papua

“Namun pada pertemuan pertama itu Robiyatun sempat mengatakan, apabila dia diproses hukum masuk penjara, anak dan keluarganya akan ditanggung Edo,” kata Umi Farida.

Selama sidang, tergugat 1 Robiyatun juga tidak pernah datang. Surat panggilan dari pengadilan kepada Robiyatun juga tidak digubris. Pihak yang datang ke sidang selama ini hanya pihak penggugat Nur Laila dan tergugat 2 Edo.

Sementara Arif Zulkarnain, kuasa hukum penggugat Nur Laila mengatakan, pihaknya ada bukti tambahan dari keterangan saksi di persidangan. Saksi Umi Farida mengatakan bahwa Robiyatun pernah mengaku apabila dirinya nanti dipenjara, anak-anaknya akan ditanggung Edo tergugat 2. Hal itu disampaikan Umi Farida saat bertemu Robiyatun di PT Millennium Transport.

“Ada bukti surat pernyataan itu akan kita sampaikan di persidangan selanjutnya,” kata Arif.

Baca Juga:  Ledakan SMAN 72 Jakut Digolongkan Sebagai Memetic Violence

Tergugat 2 Edo mengaku tidak ingat dengan ucapan Robiyatun yang menyebut keluarganya akan ditanggung Edo, apabila Robiyatun masuk penjara. Dalam persidangan tersebut Edo juga tidak berkomentar atau membantah saat ditanya hakim

“Ya bisa saja waktu itu Robiyatun yang menangis mengatakan, hanya saya yang bisa membantunya, beda apabila saya yang mengatakan hal itu sendiri,” kata Edo.

Edo menambahkan, dia sengaja tidak berbicara di persidangan karena memang dia tidak tahu apa-apa dengan investasi itu. Menurutnya, Robiyatun memang pernah datang nangis-nangis meminjam uang untuk membayar utang jatuh tempo.

“Tapi tidak saya beri karena nilai pinjaman sangat besar jauh dari gaji yang dia terima, secara logika, tidak saya kasih,” kata Edo.

Edo juga menegaskan, perusahaannya juga tidak terlibat investasi bodong tersebut. Robiyatun hanya mencatut nama perusahaan tempatnya bekerja. (HS)

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Deputy KAI Daop 7 Madiun Sidak Perlintasan Sebidang hingga Cek Lintas Stasiun Blitar–Kediri
24 Oktober 2026
Karhutla Dekati Permukiman, Warga Banyuasin Berhamburan
24 Oktober 2026
Pemprov Bengkulu Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Imbas Kabut Asap
24 Oktober 2026
Siswa SD Muhammadiyah 29 Surabaya Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
24 Oktober 2026
Produk Pesantren Naik Kelas! Dini Halal Expo 2026 Genjot Ekonomi Santri Lewat Sertifikasi Halal
24 Oktober 2026

MOST POPULAR

HEADLINE

Polres Blitar Kota Temukan Dugaan Penimbunan Pertalite di SPBU Kebonrojo

HEADLINE

Kapolres Malang Cek Pelayanan Pagi, Pastikan Polisi Hadir di Jalan

INOVASI

Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo jadi Lokus Verifikasi Adipura 2026

HEADLINE

Personil Polres Malang Diterjunkan untuk Padamkan Karhutla di Gunung Arjuno

LAINNYA

Polres Malang Tangkap Pelaku Pembobolan Ruko

23 Oktober 2026

Operasi Patuh Semeru 2026 Berlakukan Tilang Manual dan ETLE

23 Oktober 2026

Polres Pasuruan Bongkar Praktek LPG Oplosan, 8 Tersangka Ditangkap

22 Oktober 2026

Penyidikan Perkara Pungli Perijinan ESDM Jatim Berlanjut, 11 Saksi Diperiksa Terkait Aliran Dana

21 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?