Jombang, metrotvjatim – Warga Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, menanami jalan rusak dengan pohon pisang dan singkong sebagai bentuk protes. Warga kesal karena jalan tersebut rusak parah dan tak kunjung diperbaiki selama hampir dua tahun.
Pohon pisang dan singkok yang ditanam di jalan ini berada persis ditengah-tengah jalan. Panjang jalan yang ditanami sekitar 600 meter yang menjadi akses utama menuju kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa.
Di sepanjang jalan, nampak kerusakan semakin parah terutama saat hujan mengguyur. Beberapa genangan air juga nampak menyulitkan warga saat hendak beraktivitas.
“Warga sudah lama mengeluh. Katanya masih perencanaan, tapi jalannya makin rusak,” ujar Eko Supriyanto, Ketua RT 3 RW 2 Mojowarno.
Kata dia, aksi itu terpaksa dilakukan karena warga kehilangan kesabaran. Bahkan, meski berulang kali mengeluhkan kondisi jalan, namun perbaikan tak kunjung terealisasi.
Sementara, Kepala Desa Mojowarno, Tatag Yudianto, mengakui jalan tersebut merupakan jalan lingkungan desa. Sedangkan perbaikan rencananya akan dianggarkan melalui Program Desa Mantra 2026.
“Kami sayangkan aksi protes ini sebenarnya. Kita sudah rencakana untuk perbaikan. Kalau penyebab kerusakan banyak truk besar yang lewat,” kata Tatag.
Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menegaskan jalan tersebut bukan kewenangan kabupaten. “Itu jalan desa. Tanggung jawab perbaikan ada di pemerintah desa,” pungkas Bustomi.

