Lamongan, metrotvjatim.com : Dua bulan terisolasi akibat jalan terendam banjir akibat luapan sungai bengawan jero. Warga terdampak banjir di kabupaten lamongan, jawa timur, rela membangun jembatan darurat dari anyaman bambu secara swadaya. Langkah ini dilakukan, demi bisa membuka akses jalan untuk perekonomian dan anak-anak sekolah.
seperti inilah saat warga terdampak banjir luapan sungai bengawan jero di dusun waru, desa bojoasri, kecamatan kalitengah, kabupaten lamongan, jawa timur, beramai ramai, membuat jembatan darurat.
Warga bergotong royong membuat jembatan darurat yang terbuat dari anyaman bambu sepanjang 70 meter, dengan lebar satu meter. Jembatan darurat dari bambu ini dibuat, lantaran air banjir masih tinggi dan menggenangi seluruh akses jalan utama masuk desa.
Selain itu, pembuatan jembatan darurat yang dilakukan secara swadaya ini agar warga dan anak-anak pelajar bisa beraktivitas keluar masuk desa, tanpa mengandalkan transportasi perahu yang selama banjir dilakukan.
Selama ini, warga desa bojoasri kecamatan kalitengah, terisolasi tidak bisa keluar masuk desa, lebih dari dua bulan, akibat terdampak banjir luapan sungai bengawan jero yang hingga kini belum kunjung surut.,
dengan dibangunnya jembatan darurat ini, warga terdampak banjir dan anak anak sekolah bisa memanfaatkan jembatan untuk aktivitas sehari hari tanpa harus menerobos banjir seperti sebelumnya.
Demi Buka Akses Jalan Terendam Banjir, Warga Rela Bangun Jalan Darurat Dari Anyaman Bambu.

