Surabaya, metrotvjatim.com. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada 626 peserta diklat PPIH Embarkasi Surabaya untuk membersihkan hati menguatkan niat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji.
Untuk itu ia menegaskan bahwa seluruh PPIH harus memiliki kecakapan teknis, pemahaman regulasi dan juga kepekaan serta empati. Terutama karena Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah jemaah haji terbesar di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Khofifah saat membuka diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H / 2026 M, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah mengatakan, PPIH memiliki peran yang sangat strategis sekaligus garda terdepan mendampingi jemaah haji secara langsung di lapangan.
“Ada tanggung jawab moral yang besar untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan bermartabat sejak keberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kembali ke tanah air,” kata Khofifah.
Saat ini tantangan penyelenggaraan ibadah haji semakin kompleks, sehingga menuntut profesionalisme, komunikasi efektif, serta koordinasi yang solid antar petugas.
Bukan tanpa sebab, PPIH Embarkasi Surabaya akan mengemban tugas berskala nasional dimana jemaah yang akan dilayani tidak hanya berasal dari Jawa Timur namun juga berasal dari Bali dan Nusa Tenggara Timur.
“Saya berharap bapak dan ibu tidak hanya dibekali kecakapan teknis dan pemahaman regulasi, tetapi juga diperkaya dengan kepekaan, empati, serta kemampuan bekerja dalam tim,” jelasnya.
Gubernur Khofifah juga meminta ditambahkan sosok Fiqhun Nisa bagi jemaah perempuan yang diharapkan bisa membantu menjawab pertanyaan para jamaah perempuan terutama mereka yang berusia produktif.
Terkait penyelesaian jamaah haji perempuan terutama usia subur juga dibutuhkan buku pegangan saat manasik haji untuk menambah keilmuan petugas PPIH terkait Fiqhun Nisa.
“Pada posisi ini menambahkan keilmuan dari petugas PPIH kloter terkait fighunisa yang menurut saya sangat penting, karena persoalan ini sering membuat orang menjadi ragu. Karena bagi perempuan usia subur yang menjalani haid saat haji sering ragu kapan saat harus bersuci,” ungkapnya.
Khofifah berharap pelatihan untuk seluruh Peserta Diklat PPIH Kloter Embarkasi Surabaya dalam mengemban tugas melayani umat Allah diberi kelancaran dan kemudahan.
Sementara itu Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo meminta kepada seluruh peserta diklat petugas haji memanfaatkan waktu selama 10 hari ke depan dengan menguasai tugas masing-masing sehingga ketika di lapangan tinggal melayani sepenuh hati, berintegritas dan disiplin.
“Disiplin merupakan pondasi dan cermin negara melayani tamu Allah,” pungkasnya.***

