Malang, metrotvjatim.com – Mahasiswa Program Kuliah Membangun Desa Berbasis Masyarakat (PKMB) Kelompok 28 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya mengenalkan inovasi olahan ikan nila berupa dimsum kepada masyarakat Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui pelatihan pengolahan dimsum ikan nila yang diikuti ibu-ibu PKK, kader desa, dan warga setempat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas ikan nila sekaligus membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.
Koordinator PKMB Kelompok 28, Tegar Anugerah Gusti, mengatakan ikan nila dipilih karena mudah diperoleh, memiliki kandungan protein tinggi, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan modern yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ikan nila tidak hanya dapat diolah menjadi lauk sehari-hari, tetapi juga menjadi produk modern yang bergizi dan memiliki peluang usaha,” ujar Tegar.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai manfaat gizi ikan nila sekaligus praktik langsung membuat dimsum. Proses yang diajarkan meliputi pengolahan daging ikan, pembuatan adonan, pembungkusan, hingga teknik pengukusan yang tepat.
Selain produksi, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait pengemasan dan strategi pemasaran agar dimsum ikan nila mampu bersaing di pasaran. Hasil olahan yang dibuat bersama peserta mendapat respons positif karena memiliki tekstur lembut, cita rasa gurih, serta dapat diproduksi menggunakan peralatan rumah tangga.
Kepala Desa Sengguruh, Jamburi, mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut. Menurutnya, pengolahan ikan nila menjadi dimsum dapat menjadi alternatif usaha baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai jual hasil perikanan lokal.
“Kegiatan ini sangat baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menambah keterampilan mengolah ikan nila menjadi produk yang memiliki nilai jual. Kami berharap keterampilan ini bisa terus dikembangkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” kata Jamburi.
Melalui inovasi dimsum ikan nila ini, mahasiswa PKMB Kelompok 28 FPIK Universitas Brawijaya berharap masyarakat Desa Sengguruh dapat mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal menjadi usaha yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.

