Malang, metrotvjatim.com : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan kapasitas keamanan siber mengingat ancaman siber yang terus meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Gybernur Khofifah saat peluncuran Program MSc Advanced Cyber Security dan Digital Law LLM di King’s College London Singhasari, Kabupaten Malang, Jumat (2/10) pagi.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah mengatakan, berdasarkan data BSSN tercatat sekitar 5,5 miliar serangan siber yang ditujukan kepada Indonesia sepanjang 2025, sementara pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026 tercatat sekitar 1,52 miliar serangan.
“Jadi BSSN itu menyampaikan betapa bahwa kita mendapatkan hantaman mendapatkan tantangan itu sampai 5,5 miliar kali di tahun 2025, dan di 2026 ini Januari sampai April sudah sekitar 1,42 miliar. Apa artinya bahwa kita harus memproteksi data kita memproteksi keamanan semuanya apakah dari keamanan nasional apakah dari keamanan perbankan kita dan sektor-sektor swasta lainnya,” ungkapnya.
Untuk itu dirinya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kemitraan antara King’s College London dan King Singasari Indonesia Foundation, termasuk peluncuran Program LLM in the Digital Now dan MSc in Advanced Cyber Security, yang diharapkan bisa mencetak tenaga ahli dan mampu memproteksi keamanan nasional secara keseluruhan maupun data-data terutama data perbankan dari serangan siber.
“kita harus memproteksi data kita memproteksi keamanan semuanya apakah dari keamanan nasional apakah dari keamanan perbankan kita dan sektor-sektor swasta lainnya,” ucapnya.
“Program ini diharapkan dapat mengintegrasikan pendidikan, riset, teknologi, dan industri di kawasan Singhasari, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh perspektif global, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan lokal,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah juga mendorong pengembangan program bersama BPSDM Jawa Timur, termasuk untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kepemimpinan aparatur melalui pelatihan bersertifikat yang dapat dikembangkan lebih luas.
Diharapkan kemitraan ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat terutama dalam hal memperkuat kapasitas keamanan siber sebagai bagian dari kebutuhan strategis nasional. (*)

