Sidoarjo, Metrotvjatim.com- Berawal dari tanaman yang kerap dipandang sebelah mata dan hanya dijadikan sayur bening atau pakan ternak, daun kelor (Moringa oleifera) kini menjelma menjadi produk olahan herbal bernilai ekonomi tinggi. Potensi besar inilah yang berhasil dimanfaatkan oleh Anita Wahyu Deviani,41, seorang pengusaha UMKM sekaligus guru IPAS di SMKN Kasiman asal Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Melalui lini bisnis bernama Herbasina Nutrindo yang dirintis sejak masa pandemi COVID-19, Anita mematahkan anggapan lama masyarakat terkait pemanfaatan daun kelor.
”Daun kelor oleh masyarakat biasanya hanya digunakan untuk sayur bening dan pakan kambing, padahal bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi,” kata Anita saat memamerkan produk unggulannya di booth UMKM Binaan SKK Migas dan KKKS Jabanusa di Hotel Tentrem, Yogyakarta, pada Kamis (17/9).
Mengawali usaha dari teh celup kelor, Anita melakukan diversifikasi produk menjadi beragam varian inovatif seperti kapsul kelor, cokelat kelor (MoriChoco), minyak kelor, mie goreng kelor, es krim kelor, hingga sempol kelor. Inovasi olahan ini sekaligus menjadi solusi bagi para orang tua.
”Produk-produk yang kami buat bisa membantu orang tua yang anaknya sulit makan sayuran, karena di dalam mie, cokelat, es krim, hingga sempol sudah terkandung kebaikan daun kelor,” jelas Anita.
Nilai gizi tinggi kelor—yang telah diakui World Health Organization (WHO) sebagai superfood dan miracle tree—dioptimalkan Anita berbekal latar belakang akademisnya di bidang IPA. Tanaman ini terbukti berkhasiat menangkal radikal bebas, menurunkan gula darah, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan imunitas. Konsumsi daun kelor secukupnya juga membantu persiapan produksi air susu ibu (ASI) setelah melahirkan. Lantaran pohon ajaib ini kaya akan zat besi, kalsium, dan vitamin yang baik untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan janin.

Khasiat tersebut diakui langsung oleh Kepala Divisi Prokom SKK Migas Heru Setyadi saat mencicipi Wedang Celup Daun Kelor di pameran bersama Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan. Sejumlah pengunjung lainnya termasuk para jurnalis juga mencicipi minuman herbal ini. Rata-rata mengaku rasanya lebih ringan dibandingkan minuman teh.
”Rasanya enak, khasiatnya katanya bisa bikin awet muda,” kelakar Heru Setyadi di sela peninjauan booth.
Usaha yang mendapat dukungan penuh dari Pertamina EP Cepu Zona 12 ini tidak hanya mengubah nasib komoditas lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja. Anita memberdayakan lima tenaga kerja di rumahnya, di mana tiga di antaranya merupakan siswanya sendiri. Mereka membantu bekerja sepulang dari sekolah.
Kini, bisnis olahan kelor tersebut kian melesat. Didukung pembinaan komprehensif Pertamina—mulai dari digital marketing, perbaikan kemasan, hingga pelatihan mutu—Herbasina Nutrindo berhasil lolos UMKM Academy 2025, terpilih di ajang SMEEXPO, dan bersiap tampil di pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14–18 Oktober 2026 mendatang untuk menembus pasar global.
Produk herbal daun kelor ini juga pernah dipamerkan di luar negeri. Anita pernah diajak pameran ke Jerman dan Dubai, Uni Emirat Arab. (Heri)

