metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

PKL Buah di Kawasan Pasar Besar Pasuruan Tolak Relokasi

metrotv 19 September 2026
Share
3 Min Read
Petugas Satpol PP Kota Pasuruan mengamankan buah milik pedagang kaki lima di sekitar Pasar Besar. Foto: Anam

Kota Pasuruan, Metrotvjatim.com- Penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan buah-buahan di kawasan Pasar Besar hingga di depan Stasiun Kota Pasuruan, oleh petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri, pada Sabtu pagi (19/9/26) nyaris ricuh.

Aksi penolakan penertiban oleh pedagang buah-buahan ini, dilakukan karena pedagang menganggap langkah Pemerintah Kota Pasuruan untuk merelokasi lapak PKL terkesan tergesa-gesa dan terlalu cepat tanpa memikirkan dampak dari relokasi, karena lokasi baru yang akan ditempati para pedagang buah dinilai tidak layak, kumuh, dan jauh dari standar kebersihan untuk berjualan buah-buahan.

Ratna, salah satu pedagang buah-buahan, mengatakan jika lokasi baru yang disiapkan pemerintah Kota Pasuruan sangat tidak layak untuk digunakan sebagai tempat berjualan buah-buahan.

Baca Juga:  Pemerintah Provinsi Jawa Timur Salurkan Bantuan Sosial Senilai 2 Milyar 735 Juta Rupiah Kepada Ribuan Warga Kabupaten Pasuruan dari Berbagai Program Bantuan Sosial

“Lokasinya tepat dibagian paling belakang Pasar Besar, selain kotor akses warga untuk menuju lokasi baru tempat berjualan buah-buahan tertutup lapak atau kios pedagang barang bekas,” ujar Ratna.

Ratna juga mengungkapkan saat ini puluhan pedagang buah-buahan sudah tidak dapat berjualan seperti dulu lagi, karena lapak mereka sudah dibongkar paksa oleh petugas.

“Saat ini kita berjualan buah-buahan dengan menggunakan meja, dan tidak dapat membawa seluruh barang dagangan, sehingga secara otomatis omzet penjualan turun drastis,” ungkap Ratna.

Penertiban dan relokasi PKL buah-buahan di Pasar Besar Kota Pasuruan ini, menuai sorotan dari Ayi Suhaya, ketua ormas FKPPI Kota Pasuruan.

Baca Juga:  Kunjungi Gresik, Mensos Minta Operator dan Pilar Sosial Mutakhirkan Data Tunggal Masyatakat

Ayi Suhaya menilai langkah Pemerintah Kota Pasuruan yang melakukan penertiban dan relokasi PKL buah-buahan di kawasan Pasar Besar Kota Pasuruan, terkesan tidak pro rakyat dan tidak mengutamakan kepentingan rakyat, salah satunya pedagang buah-buahan.

“Seharusnya Pemerintah Kota Pasuruan mengajak pedagang berdiskusi untuk mencari solusinya terbaik, dan juga harus mempersiapkan lokasi baru yang layak bagi pedagang buah-buahan, sebelum mereka direlokasi,” ujar Ayi Suhaya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Pasuruan, Basuki, menjelaskan jika penertiban dan relokasi PKL buah-buahan di kawasan Pasar Besar, dilakukan dilakukan oleh petugas Satpol PP sesuai instruksi dari walikota Pasuruan.

Baca Juga:  Jelang Salat Tarawih, Masjid di Trenggalek Tertimpa Pohon Tumbang

“Intinya penertiban dan relokasi ini bertujuan untuk menata kembali Pasar Besar Kota Pasuruan agar lebih indah dan nyaman bagi para pembeli dan juga para pedagang, dan sebelum dilakukan penertiban, kita sudah mengirim surat himbauan kepada para pedagang jika mereka akan direlokasi ditempat yang baru” jelas Basuki.

Selanjutnya, para pedagang buah-buahan yang rencananya akan direlokasi, berharap kepada Pemerintah Kota Pasuruan untuk mencarikan tempat yang layak bagi mereka, tempat yang bersih dan mudah dijangkau oleh pembeli. (Anam)

SHARE NOW
TAGGED: Pasuruan Kota, Pedagang Buah, PKL, Relokasi
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Presiden Prabowo Hadiri Perayaan Seabad Pondok Modern Gontor
19 September 2026
Bitcoin Melejit hingga 6,3%, Kembali Tembus USD80 Ribu
19 September 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15 Ribu Jadi Rp2,638 Juta/Gram
19 September 2026
DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem Korban KM Virgo Transport 8
19 September 2026
Petani Madiun Resah, Tebus Pupuk Subsidi Wajib Beli Pupuk Organik‎
18 September 2026

MOST POPULAR

PENDIDIKAN

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

HEADLINE

Karhutla Gunung Kawi/Butak: Titik Api Meluas hingga Pos 2 Sirah Kencong Blitar

HEADLINE

KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa

HEADLINE

Karhutla TNBTS, Api di Jemplang Mulai Terkendali

LAINNYA

DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem Korban KM Virgo Transport 8

19 September 2026

Petani Madiun Resah, Tebus Pupuk Subsidi Wajib Beli Pupuk Organik‎

18 September 2026

Karhutla Bromo Padam, Petugas Gabungan Siaga Antisipasi Titik Api Muncul Lagi

18 September 2026

Kebakaran di Gunung Wilis Nganjuk, 46 Titik Panas Terdeteksi BMKG

18 September 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?