Nganjuk, Metrotvjatim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Wilis yang berada di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Hingga Jumat (18/9/2026), belasan titik api masih terpantau membara dan terus membakar vegetasi hutan di kawasan perbukitan tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah titik api menyala membakar semak belukar, rerumputan kering, hingga vegetasi hutan di area perbukitan. Kepulan asap putih hingga pekat terlihat membubung dari beberapa titik yang terbakar, menandakan kobaran masih berlangsung aktif hingga malam hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk mencatat belasan titik api masih aktif di kawasan tersebut, dengan estimasi luas area terdampak mencapai belasan hektare yang terpusat di wilayah Desa Ngliman.
Sebanyak sekitar 300 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga relawan diterjunkan untuk melakukan lokalisasi titik api sekaligus mencegah perluasan kobaran ke kawasan lain. Namun, proses penanganan tidak berjalan mudah karena medan yang terjal di kawasan perbukitan.
Sejumlah titik api bahkan berada jauh dari akses kendaraan, sehingga pemadaman terpaksa dilakukan secara manual menggunakan peralatan yang dibawa langsung ke lokasi oleh petugas.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa upaya penanganan masih terus dilakukan untuk melokalisasi titik api sekaligus mencegah kobaran meluas ke area lainnya.
“Kondisi angin dan vegetasi yang kering menjadi kekhawatiran tersendiri karena berpotensi membuat api kembali menjalar dan memperluas area yang terbakar,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nganjuk mencatat sebanyak 46 titik panas atau hotspot terdeteksi di kawasan Gunung Wilis. Rinciannya, delapan titik berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. 24 titik di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, dan 14 titik lainnya di Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah titik api di kawasan Gunung Wilis masih terlihat membara. Ratusan personel gabungan bersama relawan terus melakukan pemantauan serta penanganan di tengah kondisi medan yang sulit dijangkau. (Amir)

